Showing posts with label Wisata Mancing. Show all posts
Showing posts with label Wisata Mancing. Show all posts

Akhirnya Dapat Bonus, Ikan Patin 3,6 kilogram Mancing Liar Danau Sunter Jakarta

Spot Mancing Favorit Danau Sunter
Sore itu saya pulang kerja, saya langsung menuju Danau Sunter, kebetulan tempat kerja ga jauh dari danau. Saya memang sudah mempersiapkan joran,dan membawa joran ketempat kerja. Jadi bel pulang langsung cus ke danau, untuk umpan kali ini saya memakai umpan cacing, pelet, dan roti tawar. Denger-denger sih Ikan Patin lagi main, kemarin naik 3 ekor, denger info itu saya jadi penasaran, sengaja saya bawa 3 set joran, agar bisa mencoba beberapa trik.

10 menit kemudian saya sampai di danau, saya langsung mensetting ketiga joran, yang satu saya kasih umpan roti tawar plus essen durian, dengan teknik mancing glosor, kail 3 buah, timah dibawah, langsung saya lempar jauh ketengah. Yang joran kedua sistemnya sama, teknik glosor juga, tapi dengan umpan cacing. Joran terakhir saya setting dengan pelampung, dengan kail 2 buah dengan umpan cacing dan pelet. Joran 1 dan 2 saya tegger, yang satunya saya pegang mancing mujaer, syukur-syukur disamber bawal, kalo ga ikan mas.

Ikan Slayer Junior
Ikan mujaer kecil mulai mengganggu, memakan umpan pelet, tak lama kemudian pelampung ndelep guys, saya hentakkan dan ternyata mujaer 2 jari yang nyangkut. Terpaksa ikan saya rilis, kembali ke habitat. Mancing lagi guys, eh ndelep lagi pelampungnya, gentak lagi dan hasilnya ikan slayer alias mujaer merah predator ukuran 4 jari, lumayan lah penglaris, masukin korang dah. Lagi asyik masang pelet, joran tegger dengan umpan cacing bergoyang, langung tak berlama-lama saya gentak, namun saat saya gulung ikannya ga ada, moncel guys,,, sedih deh....


Ikan Mujaer Jenis Slayer
Pasang umpan cacing lagi, dan lempar ketitik yang sama, berharap ikan yang tadi kembali keposisi. Saya main pelampung lagi, dan ga lama pelampung ndelep lagi dan lagi guys, tarik moncel, lempar lagi tarik lagi dan strike,,,,, yes ikan mujaer slayer 5 jari, mantap....!!!! Jangan beri ampun, pasang umpan lagi dan lempar lagi hingga lelah sendiri, akhirnya ikan mulai berhenti makan, karena waktu makan ikan mujaer telah habis dan saya memilih untuk menunggu dengan menaruh ketiga joran.





Ini Ikan Target, Ikan Patin 
Sembari nunggu ada sambaran ikan, saya ngopi dulu lah, ditemani tahu bulat dan roti bakar. Pukul 17:35 matahari mulai terbenam disebelah barat, cahaya nya perlahan mulai hilang, telihat joran dengan umpan roti tawar sedikit bergoyang diujung joran. Terus saja saya perhatikan, berharap dapat sambaran Ikan Patin Jumbo, sambil berkhayal. Eh ternyata tak lama kemudian joran melengkung guys, langsung saja saya hentakkan, betul sekali guys, ikan monster menyambar, rasa girang plus khawatir ikan moncel, perlahan saya fight dengan ikan, senar ga boleh kendor, saya pompa joran dengan hati-hati, sesekali ikan brontak dan terdengar bunyi krikkkkkkk drag reel berbunyi nyaring. Gemeteran guys, perlahan tapi pasti akhirnya ikan berhasil diamankan, mantapppp patin guys....



Setelah sekian lama mancing di Danau Sunter, akhirnya dapat bonus juga, ya walaupun ukurannya masih sedang, tapi uda lumayan banget. Ini rekor baru yang saya capai saat mancing di danau sunter. Setelah sesi potho-photo kelar, saya berkemas-kemas untuk pulang. Mau pamer sama rekan-rekan yang dirumah,hahahahahahahahaha

Gimana guys, tertarik ga mancing di Danau Sunter, jika anda punya hobbi mancing, terus anda berdomisili didekat Danau Sunter, silahkan coba spot mancing di danau ini, mantap pokoknya. Mujaernya banyak, biasanya mancing mujaer pakai lumut, ikan lele juga banyak, bawal, emas, nila, dan ikan lainnya banyak banget. Dan tentunya jekpot alias bonusnya adalah babon patin. Ada yang 15 kilogram loh, bahkan bisa lebih besar. Rekor yang saya tahu, pernah naik dengan berat 13 kilogram, terus  8 kilogram, dan dibawahnya banyak.


Demikian kisah saya mancing di Danau Sunter Jakarta. Semoga cerita saya bermanfaat bagi anda, jangan lupa bagikan artikel ini sertakan kritik dan saran agar blog ini lebih baik lag, lagi, dan lagi.

Mancing di Prahu, Pantai Caringin Pandeglang

Mancing di Pantai Caringin Pandeglang




Sore Pukul 18:00 wib ,kami 5 orang berangkat dari Jakarta menuju Pandeglang, kami mengendarai mobil luxio. Rencana kami mau mancing di Pulau Tunda. Kondisi jalan ramai lancar, biasalah week end pasti padet kek gini. Sebelum masuk tol kami mampir dulu ke super market, belanja makanan ringan lah sama minuman, lumayan jauh soalnya, jadi persiapan buat di mobil. Setelah semua beres kami kembali pacu kendaraan menuju rumah tukang prahu.

4 jam kemudian kami sampai dirumah kang prahu, dan disuruh masuk ke rumah kang prahu. Kang prahu memohon maaf, kalau prahu yang kami pesan sudah penuh alias tidak ada prahu lagi, padahal kami udah DP jauh-jauh hari loh. Kang prahu menjelaskan bla bla bla…. Hingga terjadi ketegangan diantara kami, kami kecewa, sangat kecewa karena kang prahu tidak menghargai kepercayaan kami. Akhirnya kami menerima hal tersebut, dan berhubung kami sudah jauh-jauh kesini, kami memutuskan untuk ke Pantai Caringin, menurut informasi dipantai tersebut ada prahu nelayan yang siap mengantarkan kita mancing ke tengah. Tanpa buang-buang waktu kami menuju ke pantai tersebut. Sampailah kami dipantai tersebut pukul 02:00 pagi.


Teman kami 2 orang turun untuk mencari nelayan, kami pun tidur,hahahahaha maklum lah memanfaatkan kesempatan. Rupanya prahunya adanya pagi hampir siang jam 7 baru berangkat, wah kacau nih, biasanya kalau dilaut jakarta jam 6 pagi tuh uda mancing, ini jam 7 baru jalan. Tapi ga apalah daripada balik jakarta kan sayang banget. Kami pun tidur sampe jam 5:30, bangun terus merapat kewarung, sholat subuh, terus pesen kopi sembari nunggu gorengan mateng. Sambil nanya-nanya dimana beli udang hidup. Setelah kami dapat informasi dimana beli udang hidupnya, kami meminta anak muda,anaknya yang punya warung untuk mengantarkan beli udang. Sambil menunggu beli udang kami sarapan bergantian, nelayan pun telah mempersiapkan prahunya.



Teman kami udah datang, nelayan pun sudah siap, perbekalan juga sudah siap, kami pun berangkat mancing dengan prahu yang menurut saya kecil. Kami ragu, apakah ini akan ketengah ? Salah satu teman kami pun nanya, dimana spot mancing nya , tenyata spot mancing nya ga terlalu jauh dari bibir pantai. Ya sekitar 3-5 km dari pinggir. Kami pun lega, ternyata deket, kalo jauh sampai ketengah kami khawatir akan oleng terhantem ombak.


Juragan Empang Main ke Laut

Sampailah kami di Spot pertama, kami turunkan joran kami masing-masing. Sambaran pertama diperoleh, ikan kerapuh 3 jarian, selanjutnya disusul lagi sambaran demi sambaran, kali ini ikan tompel ukuran 5 jari. Setelah ini sambaran terus menyerbu banyak yang naik, banyak juga yang moncel, tapi ikan yang kami dapet, kecil ukurannya, 5 jarian kebawah. Memang sih strike terus tapi belum dapet yang babon nih. Kami meminta nelayan untuk pindah spot. Setelah pindah kami turunkan lagi joran, masih sama ikan yang menyambar masih ikan 5 jarian. Tak lama kemudian nelayan sepertinya mendapat sambaran ikan besar, dimainkannya perlahan demi perlahan, dan akhitrnya ikan berhasil diamankan, ikan alu-alu atau barracuda panjang sekitar 60 cm. 
Sibuk Strike Ikan

Hari semakin siang, cuaca sangat terik, memaksa kami harus bersembunyi dibawah terpal biru khas prahu nelayan. Setelah pukul 11 siang sambaran ikan mulai berkurang, kami pun memutuskan untuk istirahat sejenak, makan siang sama ngopi-ngopi dulu lah. Yang pengen tidur ya tidur dulu biar ngantuknya ilang. Sejam kemudian salah satu joran disambar ikan, saya yang dekat langsung mengambil joran tersebut, dan dengan yakin saya gulung senarnya. Wuih ikanya gede nih, nglawan soalnya, bahkan drag reel sampai bunyi ring alias ngekrik. Saat nya fight dengan ikan, pompa terus, sampai ikan lemes, dan naiklah ikan ke prahu, ternyata ikan kue dengan ukuran sedang,lumayan buat lauk makan malam.
Setelah sambaran ikan kue, tidak ada sambaran lagi, akhirnya kami pindah spot, agak geser lagi ke samping pulau kecil. Disini kami langsung dapat sambaran ikan kerapuh, sambaran demi sambaran terus menyusul membuat joran kami sibuk masing-masing, satu persatu ikan kerapuh dan ikan karang lainnya naik ke prahu. Sampai akhirnya umpan kita tinggal sedikit lagi, nelayan pun menyuruh kami agar memakai umpan udang kupas dan di potong agar hemat umpan. Betul saja walaupun pakai udang kupas ikan masih galak, lempar langsung dapet, bahkan saya sering double strike. Mantap sekali spot ini, pesta strike guys.

Tepat pukul 15:30 kami kehabisan umpan, kami kembali ke tepi. Tak lama kemudian, sampailah kami ditepi dan membayar kang prahu alias nelayan sebanyak 500 ribu. Murah banget menurut kami, seharian cuman 500 ribu. Kami pun kmbali kewarung untuk makan, mandi, ganti baju, dan bersiap-siap kembali ke jakarta. Ikan yang kami dapat kisaran 15 kg, memang sih ga banyak, tapi karna didominasi oleh ikan kecil 5 jarian kebawah, kami capek strikenya. Setelah semua beres, kami pulang ke jakarta dengan senang dan lelah.


Tamat

Mancing Ikan Teknik Ngoyor Pulau Rambut Kepulauan Seribu

Mancing Di Pulau Rambut

Ikan Karang Pulau Rambut


Pulau Rambut adalah pulau yang berada di Kepulauan Seribu, posisi pulaunya disamping Pulau Untung Jawa. Untuk sampai sana kita menyebrang dari Tanjung Pasir ( terdekat ), namun bisa juga dari tempat lain seperti muara angke, muara baru, dsb. Namun pada umumnya untuk mencapai sana, kita naik prahu umum dari Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa dengan tarif 50 ribu pp, kemudian naik prahu kecil menuju Pulau Rambut dengan tarif 20 ribu pp.
Pulau Rambut adalah pulau konservasi alias suaka margasatwa, jadi pulau ini dibiarkan tanpa penghuni untuk melestarikan ekosistem yang ada. Tak heran jika di Pulau ini banyak sekali burung-burung langka, banyak juga biawak dengan ukuran besar, Ular, dan hewan lainnya.

Dermaga Tanjung Pasir

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mancing di Pulau Rambut. Kami berangkat dari Jakarta mengendarai mobil menuju Tanjung Pasir, kemudian kami naik prahu umum menuju Pulau Untung Jawa. Perjalanan di prahu sekitar 40 menit, kemudian kami turun di dermaga utama dan berjalan ke arah kiri untuk naik prahu lagi menuju Pulau Rambut.

Prahu dari Pulau Untung Jawa ke Pulau Rambut
Sesampainya di Pulau Rambut kami ga buang-buang waktu, langsung saja kami keluarkan amunisi, kami mancing dengan sistem ngoyor, ngoyor itu adalah teknik mancing dengan cara nyebur kedalam air, dengan kedalaman air maksimal sedada, jangan lebih dari itu, bisa bahaya kalau ada ombak yang besar. Pertama saya mancing dengan tegek, karena tegek saya sudah ready tinggal lempar strike. Saya menggunakan umpan udang kupas potong dengan menggunakan kail kecil. Benar saja, begitu umpan dilempar sambaran langsung saya rasakan, alhasil kerapuh mini saya dapat sebagai penglaris atau pembuka kran pendapatan ikan. Kembali saya lemparkan umpan, sambar lagi oleh ikan kerapuh 3 jarian, mantap banget nih spot, walaupun ikan kecil tapi mancing seperti ini ga bakal jenuh.

Teman saya yang sudah berpengalaman dalam dunia pancing, langsung mencari ikan gede, dia menggunakan umpan palsu dengan sistem popper. Lempar tarik, lempar lagi tarik dan seterusnya hingga berjuta-juta lemparan dan akhirnya teman saya strike guys, ikan barracuda atau alu-alu ukuran sedang berhasil di amankan meskipun susah payah untuk menariknya ke tepi. Tapi inilah sensasi yang dicari oleh para angler. Saya masih sibuk dengan ikan kecil yang tanpa disangka korang semakin penuh dengan ikan karang.

Saking asyiknya mancing kami lupa jika cuaca sangat terik, muka kami pun terlihat memerah. Yah gak apalah gosong, asal sensasi strikenya puas. Tak lama kemudian teman saya strike lagi ikan kakap merah dengan berat 1 kg.  Wuih ajip juga nih tempat, ikannnya masih galak, tempatnya masih original. Saya tertarik ganti joran  dengan joran spinning berharap ikan besar menyambar dan saya bisa merasakan strike yang luar biasa. Dengan udang hidup saya lemparkan jauh ketengah, 5 menit menunggu saya mendapatkan sambaran ikan besar, wuiiiiiihhhh mantap pokoknya, saya tarik ulur perlahan mengikuti perlawanan ikan, dan akhirnya ikan berhasil diamankan, ternyata ikan kerapuh dengan berat 0,6 kg. 

Matahari semakin naik menandakan waktu sudah siang sekitar pukul 11:00. Kami istirahat menuju tepi pantai, membuka perbekalan yang ada, sambil ngopi ngrokok. Bisalah tidur siang dulu, yang penting jangan tidur semua, ada yang melek walau hanya satu orang, karena disini banyak biawak raksasa yang berkeliaran. Jadi harus hati-hati banget, terutama jika menaruh makanan di tepi, usahakan di dalam tas, jangan digeletakkan begitu aja. Apalagi membawa makanan yang baunya disukai biawak, pasti pada ngumpul deh.

Ikan Karang Pulau Rambut

2 jam kami istirahat, pukul 1 siang lewat dikit kami menunaikan ibadah sholat dzuhur bergantian. Selanjutnya kami mancing lagi dan lagi. Strike demi strike ikan ukuran 4 jarian terus terjadi.  Sesekali ombak gede datang membuat kami kualahan dihantamnya. Ikan masih galak, bahkan setelah jam 2 siang ikan tambah galak, tarikannya luar biasa.Saya mencoba teknik baru, yaitu mancing cendro, caranya kita bikin rakitan/ settinga dengan kail 4 atau 3 atau sesuka kalian. Ujungnya bukan timah, melainkan pelampung, di kailnya ditambahkan neklin 2 cm lah. Lalu lempar jauh dan tarik perlahan, umpan (udang kupas) yang berada di permukaan air akan mengundng ikan cendro, dan ikanpun menyambar, kena deh.. Mantap banget tarikan ikan cendro.. Selain itu, perlu diperhatikan juga, banyak bulu babi dipinggiran pulau ini. Usahakan menggunakan sepatu safety dan sering- sering melihat ke kaki. Karna kalau sampai tersengat bulu babi, sakitnya luar biasa.

Tak terasa pukul 4 sore, prahu sudah menjemput kami, mau ga mau kami harus balik ke pulau untung jawa agar ga ketinggalan prahu menuju tanjung pasir. Kami pun berkemas dan menaiki prahu menuju Pulau Untung Jawa. Muka kami merah, bahkan sampai belang gosong akibat berjemur seharian. Hhaha haha tak apalah, yang penting happy, strike terus dan puas. Kami langsung naik prahu menuju Pulau Untung Jawa.

Sesampainya di Pulau Untung Jawa. Kami langsung mandi ganti pakaian dan makan sore. Setelah makan kami mengemas ikan, mengemas pakaian kotor, dan kami berjalan menuju dermaga utama untuk pulang ke Tanjung Pasir. Tak lama berada di dermaga prahu pun sudah penuh dan kami kembali ke Tanjung Pasir dan kemudan pulang kerumah masing-masing.

Demikian cerita mancing ke Pulau Rambut. Semoga anda tertarik untuk mancing di Pulau Rambut. Salam joran melengkung. 

Siapa bilang Jakarta gak punya spot mancing yang Gratis...??? Ini salah satu buktinya

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mancing di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saya mancing di temani oleh teman-teman saya yang tidak saya sebutkan satu-satu. Saya kerja di sebuah dealer dan setiap hari sabtu saya pulang pukul 12:00 Wib. Sorenya saya manfaatkan waktu luang untuk mencari tambahan uang jajan atau menyalurkan hobby, salah satunya hobby mancing ini.

Danau Sunter, Jakarta Utara

Setelah bel pulang saya dan teman-teman biasanya makan siang. Setelah itu sholat dan langsung prepare mancing. Setelah semua siap, kami langsung meluncur ke danau yang jaraknya hanya 1 kilometer dari tempat kerja. Kami biasanya mancing di pojok timur tepatnya di tempat aduan burung. Kenapa kami mancing disini, karena tempatnya sepi dan angin disini sejuk banget, apalagi kami berada di bawah pohon yang rimbun, aduh ini kebahagiaan yang gak dirasakan banyak orang guys.

Kami adalah pemancing amatir yang sedang belajar mempelajari teknik mancing yang benar. Kami mencoba mempelajari bagaimana ikan memakan umpan, dan teknik-teknik apa yang pas untuk ikan tertentu. Untuk ikan yang bisa kami pancing di Danau Sunter ada banyak macamnya. Diantaranya ikan mujaer, ikan lele, ikan bawal, ikan mas, ikan nilla, ikan patin, ikan gabus, belut, udang, dan masih banyak lagi ikan lainnya. Karena ini danau liar jadi banyak banget macam ikan disini.

Awal kami mancing di danau sunter, kami masih awam dan belum paham betul karakter ikan disini. Kami mencoba teknik mancing dasar (Mancing Dlosor). Timah kami setting dibawah, kemudian kami buat rangkaian rawean di atasnya dengan 2 kail atau lebih, kemudian kenur atau senar kami kencangkan. Dengan teknik ini kami berhasil mengangkat ikan lele, dan ikan gabus, selain ikan lele dan gabus, kami juga pernah mendapatkan ikan patin ukuran sedang sekitar 1,5 kilogram. Ya mungkin ikan patin ini sedang laper ga sengaja nyamber umpan,haha.

Selanjutnya kami mencoba teknik pelampung, yaitu kami memakai pelampung dan timah ringan. Teknik ini kami mencoba 2 alternatif, yaitu teknik pelampung umpan di tengah kedalaman air dan teknik pelampung umpan di dasar (nyari lubang/palung). Dengan teknik pelampung ngambang kami berhasil mengangkat ikan nilla, ikan mujaer kecil, ikan mas juga pernah sesekali. Untuk teknik pelampung tapi umpan didasar alias mancing lubang ini hasilnya rata-rata ikan besar. Dan kami mendapatkan ikan mas, bawal, nilla,dan mujaer jumbo (black bass). Namun untuk teknik ancing lubang, harus dibutuhkan skill mancing yang pro, karena kita mencari titik terdalam dari danau yang luas ini, atau bisa juga kita membuat lubang sendiri dengan masuk ke danau, untuk menjebak ikan agar masuk ke lubang tersebut. Biasanya kalau lubang buatan dikasih patok sama yang buat lubang, untuk tanda tiap kali mancing.

Ada juga teknik Ngoncer, teknik ini dilakukan dengan menggunakan umpan hidup, dengan timah kecil atau tanpa timah, kemudian umpan hidup tersebut di lempar ke tengah, didiamkan sampai ikan target menyambar. Namun untuk teknik ini kurang efektif jika anda praktekkan di danau sunter, karena ikan disini bukan ikan predator yang selalu mencari mangsa.

Ikan Lele Jumbo
Selain memancing di tengah danau, kami juga mancing di pinggir danau dengan menggunakan joran tegek. Dengan tegek ada juga beberapa teknik yang kami praktekkan, teknik pelampung, teknik seret, dan teknik pancing garong. Dan hasilnya pun lumayan, kami selalu membawa pulang ikan setiap kali mancing di danau sunter ini. Padahal banyak pemancing yang bilang kalau Danau Sunter sepi ikannya, karena beberapa kali mereka mancing, mereka ga bawa pulang ikan, bahkan umpan mereka ga disentuh ikan. Yang jelas jika anda mancing, jangan terlalu berambisi mencari ikan, santai saja, niatkan mencari hiburan, mengisi waktu luang, sambil ngopi-ngopi dengerin musik kan enak. Hehe
Untuk umpan kami biasa menggunakan cacing, kemudian pelet, sesekali mencoba pakai roti tawar, pernah juga pakai umpan jangkrik, umpan lumut, udang hidup, ikan hidup, cireng, dan umpan lainnya. Dari sekian banyak umpan cacing yang paling manjur buat mancing di Danau Sunter. Dengan umpan cacing ikan lele sangat cepat sekali makan umpan. Kemudian umpan pelet lebih ke ikan besar dan umpan pancing garong. Umpan cireng untuk ikan bawal, umpan lumut untuk ikan mujaer, ikan nilla, dan ikan permukaan lainnya.

Untuk ikan mujaer, diusahakan mancing siang bolong sekitar pukul 12:00 – 15:30, ini waktu paling tepat. Karena karakter ikan ini akan lapar di jam tersebut, disini lumut adalah juaranya umpan mancing mujaer. Kemudian untuk ikan lele, dari jam 16:30 s/d 22:00 . Ini adalah waktu paling jos untuk mancing lele di Danau Sunter, tapi untuk lele jam berapa aja juga makan, p paling joss jam tersebut. Ikan mas biasanya sore hari dengan teknik mancing lubang. Selanjutnya untuk ikan besar lainnya tidak bisa di prediksi kapan paling jos nya, karena itu adalah ikan jack pot. Jadi untung –untungan bisa dapat ikan besar. Intinya jangan bosen jika anda mancing tapi belum dapat ikan, pelajari terus bagaimana karakter ikan, pergerakan air, dan teknik-teknik yang sesuai untuk mancing di Danau Sunter. Jangan malu untuk bertanya dengan pemancing disekitar, agar wawasan anda lebih luas lagi tentang ilmu mancing.

Demikian cerita singkat saya tentang pengalaman mancing di Danau Sunter. Jangan lupa buanglah sampah pada tempatnya agar kebersihan lingkungan tetap terjaga. Jadilah pemancing yang peduli lingkungan agar keindahan danau bisa dinikmati oleh anak cucu kita. Silahkan share artikel amburadul ini agar bermanfaat untuk banyak orang. Salam Joran Melengkung.

Muara Blacan,Surganya Mancing Ikan Kakap Putih (Barramundi)

Pukul 15:30 Wib, kami beranggotakan 4 orang dengan mengendarai 2 motor berangkat menuju Muara Blacan. Berhubung kami belum pernah kesana dan belum paham situasi dan kondisi jalan kesana kami mengandalkan google map dan di bantu dengan bertanya kepada orang. Kami berangkat dari Jakarta dengan alat seadanya, maklumlah kami pemancing pemula yang doyan wisata, jadinya sambil liburan iseng-iseng bawa alat pancing.

Bagan Muara Blacan

Dari Jakarta kami melewati Jalan Raya Cilincing, kemudian menuju ke arah Marunda, selanjutnya melewati Jalan Marunda Makmur, melewati Tarumajaya, selanjutnya lewat PLTU Babelan Bekasi, melewati jembatan CBL, terus menuju ke Jalan Pasar Muara, jalan terus hingga menemukan plang bertuliskan Muara Gembong disebelah kanan jalan, kita ikuti jalan tersebut dan sampailah kita di Muara Blacan. Jalan terakhir sebelum sampai Muara Blacan, jalannya tidak di aspal, jalan bebatuan dan tanah merah, jalan ini melewati tanah milik Pertamina. Jika kita lewat pas musin panas, jalanan akan panas dan berdebu, namun jika musim hujan, jalanan becek dan licin. Kondisi jalan ditengah sawah dan tengah empang. Ini tidak direkomendasikan jika jalan malam hari, karena sangat sepi dan tidak ada rumah. Jika jalan malam hari bisa melewati jalan lain yang lebih jauh jaraknya, tapi aspal semua. Nyari aman ajha lah, jangan ambil resiko.

Akhirnya setelah jalan 90 km dengan waktu 3 jam kami sampai di Muara Blacan. Kami sempat bingung karena di Muara Blacan sangat sepi dan rumah jarang sekali. Namun kami mencoba untuk bertanya- tanya kepada orang di sekitar dan kami memperoleh penjelasan bahwasanya di Muara Blacan kita mancing di bagan atau saung.

Kita akan di antar oleh nelayan ke saung/bagan kemudian akan di jemput ketika kita sudah selesai memancing. Untuk Tarif yaitu ongkos antar 15.000 dan sewa bagan 10.000. Mancingnya pun tidak di batasi jam, semaunya kita mau berapa jam, mau sampai kapan, yang penting kalau udah puas kita hubungi nelayan via sms atau phone dan kita akan di jemput. 

Kami fix mancing disini, kami pun membeli udang putih hidup untuk umpan mancingnya. Kenapa kita menggunakan umpan udang hidup, karena ikan target adalah ikan kakap putih, yang mana Ikan Kakap Putih adalah ikan yang memangsa umpan hidup diantaranya udang, ikan kecil, dan umpan hidup lainnya. Berhubung hanya ada udang hidup ya mau ga mau kami hanya memakai umpan udang hidup.

Setelah udang siap, kami memastikan perbekalan, menambah air minum dan membeli roti untuk mengganjal perut. Ketika semua siap, kami diantar nelayan menuju bagan. Kami sampai di bagan setelah menaiki prahu selama 20 menit. Kami bergegas turun dan merapikan barang-barang di bagan. Kami menghidupkan senter karena bagan sangat gelup, kami pun mengeluarkan joran dan mensetting joran masing-masing. Umpan kami pasang dan kami lemparkan ke titik-titik ikan atau rumpon ikan. Saya mencoba teknik mancing dasar dengan timah besar di bawah untuk joran pertama.

Sambil menunggu ikan menyambar, saya mengeluarkan senjata ke dua, saya mencoba teknik ngoncer yaitu melemparkan umpan hidup ke atas spot atau rumpon yang dituju, teknik ini tanpa timah agar udang melayang di permukaan dan menarik perhatian ikan, kadang dikasih pelampung agar umpan tidak jatuh sampai dasar.

Tak menunggu lama, teknik ngoncer berhasil, umpan langsung disambar ikan kakap putih. Ikan berukuran kecil dengan berat 1 kg berhasil saya amankan. Tarikannya lumayan guys, perlawananya luar biasa, untuk mengangkat ikan 1 kg saja waktu yang dibutuhkan lumayan lama sekitar 10 menit, itupun fight terus, kalo kita ngikutin ikan sampai lemes ya agak lama lagi. 2 jam berselang teman saya berhasil mengamankan Ikan Sembilang dengan bobot 1/2 kg. Ikan Sembilang cukup mudah kita dapatkan dengan teknik mancing dasar. Teman saya yangsatunya pun berhasil mengamankan Ikan Sembilang juga, ukurannya lebih besar, bobot sekitar 1 kg.

Tak terasa jarum jam menunjukkan pukul 12:00 malam atau pukul 00:00. Kami memutuskan untuk tidur dan meneruskan memancing di pagi hari. Kami pun tidur dengan pulas di atas bagan di bawah pohon bakau. Dan tak terasa matahari mulai terbit,jarum jam menunjukkan pukul 5:00 pagi. Kami bergegas menunaikan sholat subuh, dan kembali memainkan joran.

Sambil menunggu ikan menyambar, saya menghidupkan kompor merebus air untuk menyeduh kopi. Kami minum kopi bersama menyambut terbitnya matahari. Setelah kopi ready kami memasak pop mie untuk sekedar mengganjal perut agar mancing terus berlanjut. Setelah semua kenyang, kami melanjutkan mancing.

Ikan Sembilang

Menurut informasi jika di pagi hari, kita bisa memancing Ikan Cendro Junior. Dan kami pun mencoba memancing ikan tersebut dengan umpan tepung tapioka di campur telor. Sempet kesulitan juga sih, karena ikan ini giginya sangat tajam, dan senar sering putus. Kami pun mengakali dengan memasang neklin di ujung senar agar aman dari gesekan gigi ikan.

Waktu terus berjalan, sambaran demi sambaran kami rasakan dan kami nikmati. Sungguh Muara Blacan adalah tempat mancing strategis dengan lokasi yang tidak jauh dari kota besar seperti Jakarta. Sangat di sayangkan jika anda tidak mencoba berkunjung kesini dan mencoba sambaran ikan predator hutan bakau.

Pukul 14:00 kami memutuskan untuk berhenti memancing dan pulang, mengingat kami harus balik lagi ke Jakarta. Kami pun berkemas dan menghubungi nelayan supaya menjemput kami. Setelah semua tertata rapi, nelayan datang dengan prahu kosongnya. Kami naik ke prahu tersebut dan kami kembali ke dermaga kecil tempat kita memarkirkan motor. Setelah sampai di dermaga kami membayar ongkos prahu dan sewa bagan. Kami pun berkemas untuk perjalanan pulang kembali ke Jakarta.

Akhirnya kami pulang dengan perasaan senang, walaupun hasil kami tak banyak, tapi ini adalah kunjungan pertama kami yang di kategorikan mancing sukses. Kami berhasil membawa Ikan Kakap Putih, Ikan Sembilang, dan Ikan Cendro. Sukur Alhamdulillah akhirnya mancing kali berjalan lancar tanpa halangan apapun. Sampai jumpa di mancing selanjutnya. Silahkan bagikan artikel ini agar banyak orang tau tentang spot mancing Muara Blacan.

Lihat Videonya : Mancing di PAB 3 Muara Blacan

Baca juga : 

- Mancing Pulau Rambut
- Mancing DAM Pelabuhan Tanjung Priok

Mancing Asyik di Pemecah Ombak DAM Pelabuhan Tanjung Priok


Bel pulang berbunyi, semua karyawan mulai berkemas untuk meninggalkan kantor dan menuju rumah masing-masing. Saya pun ikut berkemas dan segera pulang. Tak biasanya saya pulang cepet, ini karna ada janji dengan teman saya, kita mau mancing di Pemecah Ombak Pelabuhan Tanjung Priok. Lokasi pemancingan tidak jauh dari rumah kos saya, sehingga saya tidak terburu-buru. Saya sampai rumah dan mandi, setelah itu saya mempersiapkan alat pancing dan perlengkapannya. Ketika semua sudah siap, saya memacu kendaraan roda dua menuju ke dermaga penyeberangan. Kita janjian di deket dermaga (di parkiran motor). Sebelum sampai dermaga saya membeli udang hidup terlebih dahulu, udang ini digunakan sebagai umpan. Lalu saya lanjut ke dermaga dan sampai di dermaga kedua teman saya telah siap menunggu.

Akhirnya tanpa berfikir lama lagi, kami memutuskan untuk menyebrang ke pemecah ombak. Karna penumpangnya masih sedikit, prahu ga langsung jalan, sambil menunggu kami melengkapi perbekalan di warung sebelah. Kami membeli air mineral 3 botol, kopi sachet, roti, rokok, mie instan. Perbekalan sudah lengkap, kami menunggu sejenak di atas prahu. 15 menit berlalu akhirnya prahu jalan menuju pemecah ombak, tarif prahu 15 ribu per orang per perjalanan.




25 menit perjalanan, akhirnya sampai juga di pemecah ombak lampu merah. Kami turun dari prahu, kami membayar 45 ribu rupiah, dan mengumpulkan semua peralatan dan perbekalan di tempat yang aman dan nyaman. Karpet alias terpal kita buka, kemudian kami keluarkan joran andalan kami masing-masing. Saya melihat jarum jam menunjukkan pukul 18:30 wib, bergegas saya mengambil wudhu dengan air laut, saya pun menunaikan ibadah sholat maghrib. Setelah Sholat saya merangkai joran dengan settingan kail teknik mancing dasar. Joran pertama selesai di setting, dengan umpan udang hidup saya lemparkan ke tengah. Sambil menunggu umpan disambar, saya mengeluarkan joran kedua, dan kali ini saya mencoba teknik pelampung alias ngambang. Dengan bantuan pelampung besar plus umpan udang hidup saya lemparkan kembali kail ke tengah.


2 Joran sudah mengadu nasip mencari mangsa ikan predator malam hari. 30 menit kemudian teman saya mendapat sambaran pertama, ikan kerapuh dengan berat 500 gram berhasil di angkat. Girang bukan main, dengan gaya angkuhnya dia menyombongkan diri seakan dialah pemancing hebat. Saya pun tak tinggal diam, saya makin tertarik untuk mendapatkan sambaran ikan. Saya mencoba mancing di karang yang ga begitu dalam, alhasil seekor kepiting ranjungan berhasil saya amankan. Ikan Sembilang dengan berat 2 kg berhasil saya amankan kembali, meski dengan perjuangan yang luar biasa, karena sempat masuk ke karang, tapi dengan kesabaran ekstra, ikan berhasil naik ke daratan.

Malam semakin larut dan kondisi sedikit memburuk. Petir menyambar disertai angin besar, kondisi ini menandakan akan terjadi hujan. Akibat angin dan ombak yang besar kami menghentikan aktivitas memancing sejenak. Kami bergegas memakai jaket dan pelindung badan lain sebagai pelindung angin yang bisa menyebabkan masuk angin.

Tak lama kemudian, hujan lebat menyerang kami, ini pertanda buruk datang. Kami hanya bisa pasrah, mengenakan jas hujan dan diam di atas batu. Tas dan perlengkapan lain kami amankan di bawah terpal. Ga lama kemudian hujan pun reda, kami memanfaatkan momen tersebut untuk menyeduh air panas untuk membuat kopi. Kompor saya keluarkan dari tas beserta panci, ku hidupkan kompor tersebut dan air kami masak. Berhubung angin kencang, kompor kami tutup dengan tas secara keliling. Airpun mendidih, kami segera menyeduh kopi untuk menghangatkan badan. Sungguh nikmat luar biasa, di pinggir agak tengah laut, kena hujan, angin besar, sambil minum kopi panas. Subhanallah, MasyaAllah, Allahu Akbar. 

Namun setelah kami selesai menyeduh kopi, hujan kembali datang. Kami kembali duduk terdiam dengan memakai jas hujan. Perlahan hujan kembali reda, kami pun membersihkan terpal dan memasangnya kembali. Kami sudah tidak bergairah lagi untuk memancing. Kami sempat berfikir untuk pulang, tetapi tidak ada perahu melintas. Akhirnya langit memberikan  harapan positif dengan menyingkirkan mendung geser jauh menjauhi kami. Kami pun memutuskan untuk tidur, dan meneruskan mancing di pagi hari.

Saya pun mencoba melempar kail untuk mencari peruntungan. Setelah semua beres, kami pun tidur bejejer tiga orang. Angin semakin kencang disertai ombak yang semakin besar, sedikit mengganggu kosentrasi kami untuk tidur. Namun kami berusaha tidur, meskipun tidur ayam, bentar-bentar bangun. Menjelang pagi angin mulai berkurang, ombak pun berubah menjadi ombak kecil. Saya mencoba mengamati joran satu persatu, terdengar suara prahu melintas dengan suara khasnhya (otok-otok). Saya pun dikejutkan dengan joran yang bergoyang seakan disambar ikan monster, saya langsung berlari menuju joran, setelah saya angkat jorannya dan mulai memainkan gulungan senar, ternyata yang menyambar adalah prahu yang lewat tadi. Aduhhh, sial deh, padahal udah kaget banget, kayak dapet ikan besar banget. Akhirnya saya teriak ke tukang prahu, " bang, nyngkut nih." Dia pun memperlambat prahu dan melepaskan lilitan senar di baling-baling prahu. Jantung masih berdetak kencang nih, eh yang nyangkut prahu. Saya pun kembali tidur karena jam masih menunjukkan pukul 03:30 pagi.

Kami pun tidur pulas sampai alarm hp saya berbunyi jam 5 pagi. Saya bergegas mengambil air wudhu, sholat subuh. Teman saya pun demikian dan kami mencoba men-setting joran kembali. Kami mencoba mencari peruntungan kembali dengan teknik mancing dasar. Saya iseng memasang kail kecil dengan memanfaatkan udang kupas saya mancing di pinggiran. Akhirnya sambaran ikan baronang membuka kembali kran pendapatan. Saya pun mengeluarkan joran andalan, yaitu tegek. Joran yang di khususkan untuk memancing ikan pinggiran, karena joran ini tidak dilengkapi dengan reel. 

Joran tegek pun menjadi pemenang dalam hal jumlah pendapatan ikan. Kami senang sekali memancing ikan baronang, saling bergantian kami tertawa saat mengangkat ikan ke daratan. Sungguh bahagia itu sederhana, dengan mancing bareng, ketawa bareng, kami sudah sangat bahagia. 

Matahari semakin naik, kami pun merasakan semakin panas sinarnya. Jarum jam menunjukkan pukul 10 pagi, perolehan ikan kami pun lumayan untuk lauk makan siang. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kami berkemas merapikan alat pancing dan perlengkapan lain sambil menunggu prahu melintas. 


Semua peraatan sudah rapi, kebetulan ada prahu melintas, kami pun melambaikan tangan sambil berteriak. Kang prahu pun menyadari teriakan kami dan mendekati kami. Kemudian bersandar di pemecah ombak, kami pun naik ke prahu tersebut. Mancing pun telah selesai dan kami kembali ke rumah untuk mengolah hasil tangkapan. Kami mengolah ikan tersebut dengan cara di goreng kering dengan bantuan tepung ikan goreng praktis. Mantap !!!



Pesan kami buat anda yang ingin mancing ke Pemecah Ombak Pelabuhan yaitu: 
1. Persiapkan fisik dengan baik, karena cuaca akan berubah dengan cepat, tidak bisa di prediksi
2. Usahakan membawa jas hujan, alas karpet atau terpal
3. Jika mancing siang usahakan membawa topi, kaca mata, sarung tangan, sepatu, dsb karena siang sangat terik.
4. Kalo bisa membawa kompor kecil atau termos karena tidak ada penjual kopi
5. Persiapkan umpan dan kail jangan sampai kehabisan
6. Jangan mengandalkan 1 joran saja, karena beberapa teknik bisa di coba disana
7. Jika mancing malam usahakan bawa penerangan
8. Jika punya, bawalah tenda, agar dapat melindungi diri dari cuaca buruk atau angin badai.
9. Selalu berdoa dimanapun berada
10. Jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan, usahakan dibawa ke pinggir lagi.

Kami sangat berharap kritik dan saran dari pembaca demi kebaikan artikel dan blog ini. Silahkan bagikan artikel ini agar bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkannya.

Lihat Video Mancing Ini :

1. Mancing Di DAM Lampu Merah Priok
2. Mancing Di DAM Lampu Hijau Priok
3. Mancing Di Pulau Untung Jawa
4. Mancing Di Muara Blacan