Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

5 Tempat Wisata Populer di Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (Jawa: Dhaérah Istiméwa Ngayogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menimbulkan penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta sering dihubungkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walau secara geografis merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali.

Berikut 15 Tempat Wisata Populer di Kota Yogyakarta :

1. Wisata Kuliner dan Pedagang Sepanjang Jalan Malioboro

Malioboro adalah sebuah nama jalan yang terkenal dan bersejarah di Yogyakarta. Jalan yang membentang sepanjang 2,5 km dari Kantor Pos Yogyakarta sampai ke Tugu Yogyakarta ini tak pernah sepi wisatawan setiap harinya. Jalan Malioboro disebut sebagai salah satu titik garis imajiner yang menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.

Jalan Malioboro

Pedagang kali lima menjajakan barang-barang kerajinan khas kota Yogyakarta. Souvenir khas Yogyakarta untuk oleh-oleh seperti kaos, kerajinan tangan, sandal, blangkon dan batik dapat ditemukan disini.

Yang unik dari wisata belanja di sepanjang jalan Malioboro adalah tawar menawar barang dagangan. Harga barang yang ditawar dapat turun semurah-murahnya, jika pembeli pintar menawar dan agak memaksa untuk menawar rendah. Ada banyak pilihan untuk pindah ke pedagang lain di sepanjang jalam Malioboro.

Ketika malam hari penjual makanan menggantikan pedagang penjual kerajinan yang menggelar tenda di sepanjang Malioboro. Wisata kuliner di malam hari ini dapat menjadi daya tarik tersendiri di Malioboro. Sebagian besar makanan yang disajikan merupakan makan khas Jogja seperti gudeg, nasi liwet dan nasi kucing. Minuman khas Jogja seperti Es Dawet dan Ronde Angsle dapat menghilangkan dahag saat berjalan-jalan di sepanjang Malioboro.

Wisatawan dari luar kota dan luar negeri yang ingin berkeliling Kota Jogja dapat menaiki andong atau becak yang mangkal di Jalan Malioboro. Andong dan becak tersebut akan menawarkan paket berkeliling tempat wisata sekitar Malioboro dengan harga yang terjangkau.

2. Wisata Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta

Pantai Baron memiliki karakteristik pasir coklat kehitaman mirip dengan Pantai Parangtritis, selain itu ombak di Pantai Baron juga terbilang cukup besar walaupun bentuknya menyerupai teluk. Pantai Baron bisa dibilang salah satu pantai unik di Jogja karena di tempat wisata ini kita bisa menemukan dua jenis air, yaitu air asin dan air tawar yang berasal dari aliran sungai di pinggir pantai.

Pantai Baron

Tak sekedar aliran sungai biasa, aliran sungai ini terletak di sebelah barat Pantai Baron dimana langsung mengalir kearah laut. Uniknya, setiap 5 tahun sekali aliran sungai di Pantai Baron akan berubah arah, yaitu mengalir ke timur terlebih dahulu (membelah pasir pantai) sebelum bermuara di laut.

Sama halnya dengan beberapa pantai di laut jawa, setiap hari 1 Syura di Pantai Baron selalu diadakan upacara sedekah laut sebagai rasa terima kasih dari masyarakat setempat atas panen ikan yang melimpah. Selain menjadi tempat wisata favorit di Jogja, Pantai Baron juga menjadi Pusat Pelelangan Ikan (TPI) di Gunung Kidul, jadi jangan heran ketika kamu memasuki kawasan pantai akan terdapat banyak sekali perahu nelayan yang terparkir.

Tak hanya itu saja, Pantai Baron juga menjadi salah satu tempat untuk berburu kuliner di Jogja, di tempat wisata Gunung Kidul ini terdapat banyak sekali warung yang berjejer menawarkan berbagai macam menu. Makanan di kawasan Pantai Baron lebih didominasi oleh seafood, sangat cocok bagi kamu pecinta masakan laut seperti lobster, kepiting, ikan dan udang. Karena ombak di Pantai Baron terbilang cukup besar, jadi bagi kamu yang ingin berenang diharapkan untuk tetap hati-hati ya, agar lebih aman kamu bisa berenang di sungai air tawar pinggir pantai.

Berbeda dengan Pantai Parangtritis, di Pantai Baron tidak memiliki mitos tentang pakaian berwarna hijau, jadi kamu tidak perlu takut apabila datang kesini saat memakai pakaian hijau. Pemandangan di Pantai Baron terbilang cukup indah, terutama jika kamu naik di tebing sebelah timur pantai, dari atas tebing tersebut kita bisa melihat seluruh kawasan Pantai Baron, kerennya lagi diatas tebing ini juga terdapat mercusuar lho.

Dari atas mercusuar kita bisa melihat Pantai Baron yang terlihat kecil dengan perbukitan disekelilingnya, jika kita melihat ke timur, kita bisa melihat deretan pantai lainnya, terutama Pantai Kukup yang hanya dipisahkan oleh tebing saja.

3. Wisata Goa Jomblang Yogyakarta

Pesona Goa Jomblang menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Setiap hari puluhan wisman antre mencoba eksotisme goa vertikal di Gunungkidul, Yogyakarta. Wisman dari berbagai negara Eropa, Amerika, Asia seperti Tiongkok, Singapura dan Malaysia tampak berderet siap memasuki goa yang terletak di kawasan pegunungan karst di Gunungkidul ini. Di mulut goa ini, mereka melengkapi diri dengan helm dan tali. Berurutan mereka dipandu kru Goa Jomblang menuruni pintu goa.

Goa Jomblang


Mereka memasuki goa dengan metode Single Rope Technique (SRT). SRT merupakan teknik yang baku digunakan untuk menuruni gua vertikal dengan memakai satu tali sebagai lintasan yang dipakai untuk jalan menaiki dan menuruni tempat yang vertikal. 

Para pengunjung turun per dua orang. Hari itu, Budi dan Rahmat yang bertugas menurunkan para pengunjung. Rahmat dengan riang bercakap Mandarin satu dua patah kata yang dia pelajari untuk tamu yang bisa berbahasa Mandarin. 

Saat turun ini, fotografer Goa Jomblang mengabadikan ekspresi para pengunjung. Hasil cetakan bisa dibeli saat usai aktivitas. Foto-foto dijejer di pendopo tempat regristasi tamu. Di tempat ini pula makan siang disediakan.

Begitu sampai di bawah mereka akan menemui keindahan Goa Jomblang. Saat berada di dasar goa, dapat dilihat beberapa tumbuhan yang tumbuh subur merimbun. Pada dinding kapurnya ditumbuhi tanaman perdu. Setelah sampai dasar, penjelajah dapat beristirahat pada sebuah bilik bentukan alam. Selanjutnya penjelajah dapat meneruskan perjalanan menyusuri lorong yang menghubungkan goa Jomblang dengan gua vertikal lainnya yang bernama gua Grubug. 

Lorong penghubung dua goa tersebut cukup lebar dengan panjang sekitar 500 meter. Lorong tersebut dapat dengan mudah dilalui karena terdapat jalan setapak yang terbentuk dari bebatuan yang disusun memanjang. Kendati begitu, perlu kehati-hatian karena jalur tersebut cukup licin. 

Pesona perut bumi pegunungan karst ini makin terlihat setelah sampai pada ujung lorong yang merupakan dasar goa Grubug. Penjelajah bisa melihat keindahan yang luar biasa. Terdapat dua stalagmit yang cukup besar berwarna hijau kecoklatan berdiri tegak di tengah dasar gua Grubug. Apabila penjelajah dapat mencapai dasar gua Grubug tepat pukul 13.00 WIB akan dapat melihat pemandangan yang eksotik dari sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kegelapan ke dasar gua Grubug.

Sinar matahari menyentuh sejumlah stalaktit dan stalagmit yang terbentuk dari tetesan air selama ribuan tahun. Sinar matahari yang masuk membentuk citraan yang tegas bagaikan tangga bidadari yang menjulang keluar gua.

Jack, salah satu wisatawan asal Singapura mengaku terkesan dengan cara memasuki gua vertikal. "Naik dan turunnya goa sangat menantang. Amazing," kata Jack yang datang bersama enam kawannya.

Gua berdiameter 50 meter ini, dijelajahi pertama kali pada tahun 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC). Merupakan kelompok penjelajah goa dari Yogyakarta. Terdapat aliran sungai yang berasal dari Kalisuci. Aliran ini terletak pada sisi sebelah utara dari stalagmit besar tersebut.

Goa Jomblang masuk wilayah desa Jetis Wetan, Semanu, Gunungkidul. Atau sekitar 10 km dari kota Wonosari, 40 km dari Kota Yogya. Jalan aspal mulus hingga menjelang 1 km ke lokasi parkir. Selebihnya jalan bebatuan, yang membuat penumpang bergoyang-goyang di atas kendaraan. Seperti jalur off-road. Begitu komentar beberapa wisatawan mancanegara. Tapi semua ini tak menyurutkan minat mereka untuk datang ke Jomblang. 

"Bagus! Temukan terus sensasi wisata alam, dipadu dengan kekuatan budaya, itu akan semakin sustainable," jelas Menpar Arief Yahya. 

Menpar Arief yang mantan Dirut PT Telkom itu memang ahli membuat portofolio bisnis. Termasuk di pariwisata, yang dia pecah dalam 3 kategori, yakni culture (budaya), nature (alam), dan manmade (buatan manusia). "Kalau bisa menggabungkan tiga unsur kekuatan itu, maka destinasi itu pasti luar biasa," ungkapnya.***

4. Wisata Taman Pintar Yogyakarta

Taman Pintar Yogyakarta merupakan salah satu wahana bermain sekaligus belajar untuk anak-anak yang disediakan oleh pemerintah kota Yogyakarta untuk menyediakan sarana pembelajaran sains bagi siswa yang mendukung kurikulum pendidikan serta memotivasi anak dan generasi muda untuk mencintai sains. Wahana bermain yang berada di sebelah timur jalan Malioboro ini menyediakan berbagai wahana permainan yang  tidak hanya mendidik, namun akan membuat buah hati Anda merasa senang. Taman pintar ini bisa dinikmati oleh anak-anak yang belum sekolah hingga anak-anak usia sekolah menengah untuk memperluas dan mempendalam pelajaran sains di sekolah melalui pengamatan langsung karena bisa dibilang secara sederhana, Taman Pintar Jogja adalah laboratorium dalam kemasan rekreasi.

Wisata Taman Pintar

Bangunan taman pintar dulunya merupakan bekas pusat perbelanjaan (shopping center) dan mulai dilakukan Relokasi area pada tahun 2004 dengan beberapa tahap pembangunan. Setelah semua tahap selesai, peresmian (Grand Opening) digelar pada 16 Desember 2008 oleh presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono. Target utama pembangunan Taman Pintar menurut pemerintah adalah mendukung program pembelajaran regular di sekolah sejak dini dengan mengasah kreativitas anak didik sedini mungkin dengan harapan akan semakin banyak inovator teknologi yang muncul dari Indonesia. karena lokasinya yang sangat stategis yaitu letaknya di Taman Budaya, Benteng Vredeburg dan Gedung Agung menjadikan bangunan taman pintar ini berfungsi sebagaimana mestinya dan berkaitan dengan bangunan bangunan yang ada disekitarnya. Selain itu juga terdapat ruko-ruko buku dibelakang bangunan taman pintar ini yang pastinya menyediakan berbagai macam buku dari kategori fiksi atau non fiksi.

Taman Pintar Yogyakarta dibagi menjadi 3 gedung utama dengan wahana beragam jenis wahananya masing-masing:

A. Wahana di Gedung Kotak

Di dalam Gedung Kotak ini terdapat 10 zona yaitu: zona replika candi Borobudur, zona koleksi keris, zona koleksi tokoh wayang, zona batik, zona air untuk kehidupan, zona pengolahan minyak gas dan bumi, zona planning city, zona teknologi otomotif, zona peraga turbulensi dan zona pengolahan susu.

B. Wahana di Gedung Oval

Terdapat 12 wahana yang bisa dinikmati di Gedung Oval, yaitu: zona cuaca iklim & gempa, zona argo, zona kehidupan purba, generator pedal, TV trainer, zona teknologi komunikasi, Generator Van De Graaf, zona nuklir, ICT melihat bumi, pojok kreasi sains, Terowongan ilusi, Aquarium Air Tawar.

C. Wahana di Gedung Memorabilia

Seperti namanya, Gedung Memorabilia berisi tiga wahana yang kesemuanya bertujuan untuk mengenang sejarah, yaitu: Sejarah Kasultanan Kraton, Tokoh Pendidikan dan Kepustakaan Kepresidenan.

5. Wisata Hutan Pinus Mangunan Yogyakarta

Anda sedang bingung mencari spot foto terbaik? Jangan khawatir, ada Hutan Pinus Mangunan yang terkenal memiliki spot foto terbaik yang ada di Yogyakarta. Foto-foto di instagram belum hits rasanya jika belum foto menggunakan latar hutan pinus yang sangat bagus. Nah, penasaran dengan hutan pinus? Simak ulasan mengenai Lokasi Dan Rute Jalan Menuju Hutan Pinus Mangunan.

Hutan Pinus Mangunan

Tertarik untuk berwisata ke tempat ini? Tidak rumit kok mencari alamat hutan ini. Tidak perlu Anda khawatir akan kesasar karena Alamat Hutan Pinus Mangunan sangat mudah untuk ditempuh.

ebenarnya hutan yang ada di kawasan Resort Pengelolaan Hutan ini berada di Mangunan. Tetapi banyak orang yang menyebut hutan pinus ini dengan istilah Hutan Pinus Imogiri. Hal ini disebabkan karena lokasinya yang ditempuh ke arah hutan ini searah dengan situs makam Raja-Raja Imogiri. Padahal menurut catatan administratif hutan pinus bukan termasuk dalam kawasan Imogiri.

Ya, lokasi Hutan Pinus Mangunan Yogyakarta terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Selain di Mangunan, Bantul ternyata juga memiliki objek wisata baru Hutan Pinus lain di sisi sebelah utara.

Untuk rute ke Hutan Pinus Mangunan Jogja jika Anda dari pusat kota Jogja Anda ambil saja arah ke Jl. Imogiri Timur. Lalu lurus saja sampai menemukan pertigaan Imogiri dan belok kiri ke arah Makam Raja-raja Imogiri. Setelah itu ada pertigaan belok kanan ke arah Mangunan, dari pertigaan beloklah ke kiri arah hutan pinus.

Letak Hutan Pinus Mangunan Dlingo Bantul dari pusat kota Yogyakarta sendiri hanya berjarak kurang leih 24 km. Dan jika Anda melakukan perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan memasuki ke arah perbukitan, Anda akan disuguhi oleh pemandangan alam yang sangat indah.

Bagaimana? Mudah sekali bukan Alamat Hutan Pinus Mangunan Imogiri? Nah, setelah sampai di lokasi ini Anda akan terpukau dengan hamparan gumuk pasir yang hampir mirip seperti yang ada di Mesir sana.

Peta Hutan Pinus Mangunan bisa Anda temukan di aplikasi google maps jika Anda masih kebingungan untuk mencari lokasinya. Atau jika Anda tidak ingin bernavigasi melalui google maps, Anda bisa bertanya-tanya ke penduduk setempat. Penduduk Bantul sangat ramah-ramah, Anda tidak perlu ragu bertanya jika masih kebingungan mencari alamat hutan pinus.

Untuk masuk ke Hutan Pinus Mangunan Anda hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp.3000 saja untuk biaya parkir motor dan Rp.5000 untuk parkir mobil. Tidak ada tiket yang dipatok oleh wisata ini. Anda bisa berfoto-foto sepuasnya dengan gratis. Wisata Hutan Pinus Mangunan buka dari jam 07.00 hingga 00.00 WIB.

Sebelum Hutan Pinus Mangunan ini menjadi salah satu destinasi wisata, dahulunya hutan di kawasan Mangunan ini adalah sebuah tanah tandus. Kawasan hutan yang tandus ini dikarenakan adanya eksploitasi kayu-kayu yang cukup besar beberapa puluh tahun yang lalu. Hingga tanah tandus inilah yang kemudian direboisasi.

Bukan hanya tanaman pinus, tapi adapula jenis pohon lain seperti mahoni, akasia, kemiri dan kayu putih. Tanaman-tanaman tersebut ditanam di lahan yang luasnya sekitar 500 Ha. Namun sekarang, kawasan Mangunan, terutama bagian yang ditanami pohon pinus tak hanya berfungsi sebagai hutan lindung saja.

Kawasan ini juga juga dikelola sebagai salah satu tempat wisata yang sekarang banyak dikenal oleh banyak orang, yakni Hutan Pinus Mangunan, ada banyak fasilitas yang disediakan di tempat ini. Ada gardu pandang, panggung pertunjukan yang menyatu dengan alam, kamar mandi umum. Lalu adapula mushola dan warung-warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman.

Jika Anda adalah seorang pecinta fotografi, berkunjung ke tempat ini sangat disarankan untuk Anda. Sebab Hutan Pinus Mangunan adalah salah satu tempat hunting foto terbaik yang ada di Yogyakarta. Apalagi jika Anda datang bersama pasangan, tempat ini coco digunakan untuk foto prewedding.

Wajar saja jika banyak orang berburu foto di tempat ini sebab suasana hutan pinus hampir dimiripkan dengan yang ada di film-film Hollywood. Jika Anda pengemar film Twilight, pasti Anda tidak asing dengan lokasi yang sering dishoot ini. Jadi Anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke Amerika jika ingin beroto ala-ala Hollywood.

Oh ya, bukan hanya suasana hutan yang asri dan pemandangan yang menarik untuk dijadikan spot foto. Di sekitar kawasan ini terdapat sumber mata air Bengkung. Mata air ini disebut sebut sebagai tempat pertapaan Sultan Agung Hanyakrakusuma. Banyak pula pengunjung yang berdatangan ke Mata Air Bengkung ini.

Mata air Bengkung sendiri dibangun pada pemerintah Belanda yakni sekitar tahun 1925 hingga 1930 ini. Untuk menuju ke sumber air ini ada beberapa jalan yang bisa Anda tempuh. Yakni bisa dengan trekking dari tempat parkir menembus hutan yang rapat, lalu mengikuti jalur outbond Watu Abang. Atau bisa juga melalui jalan melingkar yang lebih nyaman ditempuh dengan sepeda motor.

Nah, selain Hutan Pinus Mangunan masih banyak sekali obyek wisata Bantul yang tersebar di berbagai daerah sekitar kabupaten ini. Seperti Pantai Baru, Gua Cemara, Air Terjun Watu Lumbung Gunung Kidul, dan Wisata Puncak Becici Jogja.

Apalagi Puncak Becici letaknya tidak begitu jauh dari hutan pinus mangunan. Sebelum Anda meninggalkan Hutan Pinus Mangunan ada plang yang mengarah ke Puncak Becici. seperti apakah keindahan Puncak Becici yang berada tidak jauh dari Hutan Pinus Mangunan ini? Puncak Becici akan menjadi destinasi selanjutnya yang akan kita datangi.

Ayo liburan guys, jangan dirumah ajha, Indonesia itu indah loh....

15 Tourist Places in Bali that Must Be Visited


Located to the east of Java Island, Bali is Indonesia's premier tourism attraction that is well known around the world. Besides famous for its natural beauty, especially the beach, Bali is also famous for its unique and interesting arts and culture.


tour of bali island

Bali as a complete tourist destination and integrated has a lot of interesting sights, what are the attractions in Bali that must be visited?

1. Kuta Beach
Kuta Beach is Bali's most famous and most visited tourist destination because of its close proximity to the airport, its beautiful beaches, low cost, and its waves suitable for beginner surfers. Kuta Beach is also famous for its beautiful sunset sunset. The unique fact of Kuta Beach is before Kuta Beach becomes a tourist destination in Bali that must be visited as it is today, Kuta Beach is a big port, trade center in Bali. With its white sand and blue sea, equipped with very complete supporting facilities, Kuta Beach is the prima donna of Bali tourism.

2. Tanah Lot Temple
Pura Tanah Lot is one of the tourist attractions in Bali that is famous for its beauty, especially at sunset. Tanah Lot Temple consisting of 2 temples is a temple to worship the god of the sea. The uniqueness of Pura Tanah Lot is the temple is located on a large rock on the edge of the sea. At the time of sea tide, you can not get closer to Pura Tanah Lot because around the rocks of Pura Tanah Lot buffer will be flooded by sea water. At low tide you can see some tame sea snakes which according to locals are keepers of Pura Tanah Lot. In addition, in this location you can also hold a sacred serpent that is benign and harmless.

3. Padang Padang Beach
Padang Padang Beach is probably less famous than Kuta Beach, but Padang Padang Beach is a very beautiful and unique beach. By the time I first came to Padang Padang Beach I also thought that this beach is an unattractive beach because it is less well known, but I was wrong. Padang Padang Beach is a small beach hidden behind a cliff in the area of Pecatu, near Uluwatu. To reach Padang Padang Beach, you have to pass a ladder that divides the cliff. Padang Padang Beach is not big and wide, but very beautiful and interesting to visit. Most visitors of Padang Padang Beach are foreign tourists because Padang Padang Beach is less well known among the tourists in the country.

4. Beratan Lake Bedugul
Beratan Lake Bedugul is a lake located in a mountainous area with a beautiful natural atmosphere. The uniqueness of Lake Beratan Bedugul is the existence of a temple called Pura Ulun Danu. Ulun Danu temple is located on the edge of Lake Beratan Bedugul and is one of the main attractions of Lake Beratan Bedugul. In addition, tourists can also enjoy water games and rent a boat at Lake Beratan Bedugul.

5. Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Garuda Wisnu Kencana or commonly abbreviated GWK is a cultural tourism park located in South Bali. Garuda Wisnu Kencana is a huge sculpture by I Nyoman Nuarta. Currently, the statue of Garuda Wisnu Kencana has not been fully completed, only part of it has been completed, but you can still enjoy the splendor of Garuda Wisnu Kencana. In addition to the statue, you can also see the beauty of limestone hills are cut into large lime beams. These limestone beams will be filled with sculptures. In addition to the Garuda Wisnu Kencana area there is also an art theater, you can enjoy various types of dance and artistry of Bali in this theater every day.

6. Lovina Beach
Lovina Beach may not be too often heard among tourists. Lovina Beach is one of the most favorite places in Bali that I like most because in Lovina Beach we can see the dolphins swimming and jumping in their natural habitat. Located in North Bali close to Singaraja City, you will go to the sea and see dolphins by using fishing boats. Lovina Beach Dolphins play by the beach in the morning, therefore tourists usually depart from the beach starting at 6 am.

7. Besakih Temple
Pura Besakih is a temple located at the foot of Mount Agung, and is the largest temple in Bali. In Pura Besakih often held a Hindu religious event because Pura Besakih is believed to be a holy place and is the mother of all temples in Bali. Pura Besakih built with the concept of God, human, and nature balance or often referred to as Tri Hita Karana. To enter the Pura Besakih area, you must use a sarong that can be borrowed around the location of Pura Besakih.

8. Uluwatu Temple
Pura Uluwatu is one of the tourist attractions in Bali which is above a cliff that juts into the sea. Uluwatu Temple not only offers a distinctive Balinese religious atmosphere, but also offers the beauty of its panorama, especially the beauty of its already well-known sunset. In Pura Uluwatu you will encounter a number of monkeys that are believed to function to maintain the sanctity of Uluwatu Temple. To enter Uluwatu Temple area, you must use sarong and scarf which is a symbol of respect to the holiness of Pura Uluwatu.

9. Jimbaran Beach
Jimbaran Beach is one of the most famous tourist attractions in Bali. By the time you come to Jimbaran Beach, the first thing you will see is a row of dining tables and chairs on beautiful white sand. Jimbaran Beach is famous for its beachside culinary, especially its seafood. Jimbaran Beach for those of you who want to travel to the beach while enjoying the culinary tour of Bali. No need to worry about eating at Jimbaran Beach because the waves at Jimbaran Beach are very calm, do not harm you who are eating on the beach.

10. Monkey Forest
Monkey Forest is a tourist spot in Bali that will bring you to blend with nature. Located in Ubud, Bali, Monkey Forest is a forest inhabited by many wild apes. These monkeys are considered sacred by the local people so they should not be disturbed and allowed to live in the forest. Monkeys in Monkey Forest love food, they will try to get the food you bring, even if the food is in your bag. In this place you will witness the life of hundreds of unique and interesting monkeys.

11. Tanjung Benoa
Tanjung Benoa, which borders Nusa Dua, Bali is the center of water sports and games in Bali. The characteristics of Tanjung Benoa Beach are very calm, so it is suitable for various types of water games are fun. The types of water games you can play here are snorkel, sea walker, banana boat, parasailing, wakeboard, waterski, jetski, scuba diving, donut boat, flying fish, and others. In addition you can also go see the giant sea turtle on the island of turtles by boat from Tanjung Benoa.

12. Lake Batur Kintamani
Lake Batur Kintamani is one of Bali's natural charms. Located on Bali's 2nd highest mountain, Lake Batur Kintamani has a cool air and a breathtaking view. Lake Batur Kintamani is the largest lake in Bali that many tourists visit because it offers a view that is second to none in Bali.

13. Kecak Uluwatu Dance
Kecak Dance is the most famous and most interesting Balinese dance to see. Of the many places that show the attraction of kecak, I think the most interesting is the Kecak Uluwatu Dance in Uluwatu Temple. Kecak Uluwatu Dance performs Balinese kecak dance with a backdrop of sunset in Uluwatu which is very beautiful. Kecak Uluwatu Dance is very popular and crowded therefore if you want to watch Kecak Uluwatu Dance performance, I suggest to message from afar day.

14. Rafting River Telaga Waja
River Rafting Telaga Waja is perfect for those of you who like exciting and challenging activities. Telaga Waja River has clear and clean water and challenging rapids. At the end of the rafting you will jump over a water gate, very exciting. After enjoying Telaga Waja River Rafting, you will get the bonus of trekking up the mountain, therefore prepare yourself and rest enough because Rafting River Telaga Waja will drain your energy.

15. Rafting Ayung River
Rafting Ayung River has different characteristics with River Rafting Telaga Waja. If River Rafting Telaga Waja offers a challenge, then Rafting Ayung River offers beauty. Panorama along the Ayung River is very beautiful, coupled with sculptures on river cliffs, and green trees around the river complement the beauty of Rafting Ayung River.

Here are the popular tourist attractions that you must visit while on the island of Bali. There are still many other attractions that are not less interesting than the 15 popular tours above. Happy Holidays to Bali Island, Indonesia.

The National Monument

The National Monument or commonly known as Monas or Monas Monument is located in Jakarta City. Monas is a memorial to remember the struggle of the Indonesian people in seizing independence and giving resistance to the Dutch colonizers. Monas has a height of 132 meters or 433 feet. Monas building was built on August 17, 1961 on the orders of the first president of the Republic of Indonesia, Soekarno.

Monas began to open for the public or the general public on July 12, 1975. For the crown of Monasnya flame-shaped tongue of fire, symbolizes the struggle that so enthusiastic in seizing the independence and against the invaders. His flames were covered with gold sheets. National Monument precisely located at Medan Merdeka Square, Central Jakarta. The monuments and museums inside are open daily. Starting from 08:00 to 15:00. On Monday at the last week Monument is closed every month.



History of Monas

Formerly the central government of Indonesia was in Yogyakarta and after the central government returned to Jakarta, which occurred in 1950. After the Dutch government previously recognized the sovereignty of Indonesia, occurred in 1949. President Sukarno has begun to make a draft of a monument planned to be built in front of the Merdeka Palace . He planned a monument commensurate with the Eiffle Tower located in Paris. The construction of the monument aims to commemorate the struggle against the invaders and seize independence. In addition to these reasons the construction of the monument is also aimed at the spirit of patriotism of the youth and future generations continue to fly.

In 1955 the competition was held to find the right monument designer. The number of incoming works amounts to 51 pieces and the selected only 1 work that belongs to Frederich Silaban. Selected works have criteria, can last for centuries and can describe the character of the nation. The second contest was held in 1960, but no work was found that fulfilled the criteria. Out of 136 works none matches one.

Furthermore the head of the jury asked Silaban to show his design to Soekarno, but after seeing the draft, President Soekarno did not like it. He wants a monument with the shape of phallus and yoni. Then Silaban asked to re-create the design in accordance with the theme desired by the president. However, the design of Silaban is extraordinary and requires a lot of funds, so the state budget can not finance its development. Silaban refused when asked to draw a smaller design and demanded that development be postponed until the Indonesian economy is better.

Furthermore, President Soekarno also asked R.M. Soedarsono continue the draft. So he included elements 17, 8, and 45 which were the date of independence, into the design of his monument. And finally the construction of the monument began and stood on 80 hectares of land, with architects Friedrich Silaban and R.M. Soedarsono.

Monas Development

The monument was built in two stages: in the first stage (1961 / 1962-1964 / 1965) when the construction started on August 17, 1961, President Soekarno installed the first concrete peg. The concrete pile used as the foundation is 284 stakes of concrete. And for pasak bumi used as the foundation of this museum amounts to 360 pieces. The installation of the foundation was completed in 1962 in March. The museum wall at the base of the building was completed in October.

For the second phase of development carried out in 1966-1968 because of the Movement of 30 September 1965 (PKI), development was delayed. Then resumed in 1969-1976 by adding dioramas to the history museum. Although the construction is over, there are still problems with this building. One of them is water that leak and make the museum flooded. Monas was officially opened on 12 July 1975 by Soekarno.

The place of Monas development is named Medan Merdeka until now. However, the field had also changed the name several times starting from Gambir Square, Ikada, Merdeka, Monas, and Monas Park Field. Around the monument there is a pool and also a garden and an open field. The field is widely used as a sports venue. Medan Field Merdeka will be crowded visitors especially on holidays. Many people come here to just take a walk while enjoying the beauty of Monas or doing other activities.

National Museum of History

At the base of the National Monument we can find a place called the National History Museum. The museum is at a depth of 3 meters below the monument. Museum with size 80 × 80 meters can accommodate up to 500 people visitors. The large room is covered with marble, has 48 dioramas on all four sides and 3 dioramas in the middle, totaling 51 dioras. The diorama displays the condition of the Indonesian nation that started from prehistoric times until the New Order period. Seeing the diorama starting from the northeast direction and walking clockwise starting from prehistoric times, empire, European colonialism, national hero resistance against VOC, Dutch government, national movement early 20th century, Japan occupied Indonesia, war of independence and revolution, The new Suharto government.

Space Independence

On the inside of the monument is the Space of Independence. To achieve it can go through the spinning staircase either from the north or south. This is where the symbols of freedom and statehood are well preserved, some of which are original manuscripts of proclamation in glass boxes and in gold-plated gates, NKRI archipelago maps are also gold-plated, the state symbol, red and white flags. As well as a wall that has a writing proclamation.

The in-depth Independence Space is useful for a moment of silence and a restful atmosphere recalling the nation's struggle and the essence of freedom. The golden gate in which is stored the original proclamation manuscript made of bronze with a weight of 4 tons with ornate carvings of wijaya kusuma symbols of eternity as well as lotus flower symbol of purity. This door is also known by the name of the gate of independence that will mechanically open to the strains of song Padamu Negeri.

Then followed by reading the manuscript proclamation by Sukarno. The southern side there is a statue of garuda pancasila made of bronze with a weight of 3.5 tons and coated with gold. The east side is a proclamation text with bronze letters. The Saka Merah Putih was not shown because of his old and fragile condition. In the northern part contains the Indonesian archipelago coated with gold, as a symbol of the location of NKRI.

Peak Freedom Flower and Fire Platform

There is an elevator that will take the tourists to the top of the courtyard which measures 11 × 11 meters. The height of this place from the ground is 115 meters. In a one-time visitor, the lift can accommodate up to 11 people. While the top ground can accommodate up to 50 people. And here is also available binoculars that can be used to see the beauty of the city of Jakarta from a height. The elevator body is surrounded by an emergency staircase all made of iron.

If there is no smoke and sunny weather then from the top of Monas we can see Mount Salak through binoculars and also blue ocean with small islands around it. At the peak of this monument there is also a gold coated plate that is useful to withstand the flame of bronze lights weighing up to 14.5 tons. As for the fire tongue has a height of 14 meters and a diameter of 6 meters. It consists of 77 sections which are then put together.

As explained earlier that the flame that is the crown of Monas is a symbol of the struggle and resistance of the Indonesian nation against the invaders. At first the sheets that cover the Monas weigh 35 kg. But at the 50th anniversary of Indonesia's independence in 1995, the gold sheets were re-coated so that up to now it weighs 50 kg.

The peak of Monas Monument in the form of fire that never go away, it is expected that the spirit of the Indonesian nation in the fight remains burning and burning to whenever. The 17-meter wide bowl plates give its own beauty and can be reached using elevators from the top of the Monas court. For the gold of Monas torch, 28 of 38 kg of gold is donated by Acehnese businessman named Teuku Markam.

Monas Park

To get rid of the taste and refreshing can visit Monas Park, this park is a kind of city forest with design like a garden which is very beautiful. In this park we can do various activities like get together and relax with family and also sport. In addition it can also play with a herd of deer that was deliberately imported from the Bogor Palace.

Monas Park is equipped with a pool of dancing fountains that have a variety of colors such as rainbows. The fountain will move like a dance in accordance with the accompanying strains of the song. There are also colorful laser show here. The rocks in the sharp Monas Park can be used for reflexology. Facilities include a ball and basketball court, as well as a tourist train. Entrance to the Park is free.

Let's visit Indonesia, and visit the National Monument located in Jakarta.

Wisata Hits Goa Seplawan

Sore itu saya iseng mengajak teman-temanku untuk mengunjungi tempat wisata yang lagi hits di Purworejo, yaitu Goa Seplawan. Tempat wisata ini hits karena lokasinya berada di atas bukit dengan ketinggian 900 mdpl, dan udara dingin disertai kabut yang sangat cantik sekali. Selain itu wisata ini memiliki banyak spot foto yang pas banget buat anak muda zaman sekarang yang doyan upload foto di instagram. Disini anda bisa menyusuri Goa dengan panjang lebih dari 750 meter dengan keindahan bawah tanahnya. Tempat wisata yang berada di Desa Donorejo ini jauh dari keramaian kota, sehingga pas banget jika anda ingin wisata dengan suasana santai, sejuk, damai, seperti hidup tanpa masalah.
Tempat Foto Favorit

Disini juga terdapat gardu pandang  cocok untuk bersantai sambil melihat keindahan Kota Yogyakarta. Bisa juga melihat Waduk Sermo yang berada di Kulon Progo. Bahkan jika kita naik kepuncak sebelah kanan gardu pandang, saat cuaca cerah kita bisa melihat 5 gunung sekaligus, diantaranya Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Slamet.

Disebelah kiri pintu masuk juga terdapat bukit yang sangat indah dengan banyak pohon pinus. Disitu terdapat banyak aksesoris foto yang sangat menarik. Pokoknya untuk anak muda sekarang, sangat dimanjakan jika datang ke Goa Seplawan.

Akhirnya saya memperoleh teman berjumlah 7 orang. Tanpa pikir lama kami mengendarai  motor masing-masing menuju ke Goa Seplawan. Dengan kecepatan 65 km/jam akhirnya sampai di gerbang Goa Seplawan. Udara sejuk terasa dengan kabut tipis. Kami menuju ke parkiran memarkir motor kemudian menuju mushola menunaikan sholat Ashar. Setelah Sholat Ashar kami langsung menuju ke gardu pandang, kami berencana mengambil foto bersama. Kami sengaja tidak masuk ke Goa karena waktu kunjung sudah mau habis dan pengunjung juga sepi yang masuk goa. Hehe takut juga kalo sepi, soalnya panjang goanya 750 meter lebih. Tapi kami sudah pernah masuk sih sebelumnya.

Gardu Pandang


Karena kelamaan foto di gardu pandang, kabut keburu turun dan kami gagal ke bukit selfi. Bukit selfi tertutup kabut dan pemandangan disana gak bagus lagi,,, yah sayang sekali. Padahal tadi target awal adalah bukit selfi, karena bukit selfi adalah spot baru.

Keindahan Goa
Oke, gapapa lah mungkin lan kali bisa mampir ke bukit selfi dengan cuaca yang cerah. Tapi secara keseluruhan kami mengamati perubahan yang luar biasa terjadi di wisata ini. 4 Tahun yang lalu wisata ini jauh dari kata layak, bahkan gardu pandang hampir roboh. Tapi sekarang sejak dikelola pemerintah 2 tahun yang lalu, kawasan wisata ini keren 
banget. Indah, bersih, rapi, sejuk, pokoknya keren abisssss. 

Rugi kalo kalian kaum muda gak berkunjung kesini lho, saran saya kalo berkunjung kesini jangan terlalu sore, karena kawasan ini sering berkabut di sore hari. Usahakan memakai jaket bagi yang ga kuat dingin. Jangan lupa bawa pasangan biar ga kedinginan, eh biar fotonya ga sendirian maksudnya. Ntar dikira jones lagi, hahahahahahahahaha

15 Wisata Populer di Magelang

Kabupaten Magelang adalah sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kota Kabupaten ini adalah Kota Mungkid. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang di utara, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten di timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Purworejo di selatan, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung di barat, serta Kota Magelang yang berada di tengah-tengahnya.

Magelang memiliki beberapa tempat wisata yang populer, tempat wisata ini populer karena keindahannya, kebersihan tempatnya, keasliannya, dan berbagai faktor lainnya.
Berikut 15 Wisata Populer di Magelang :

1. Candi Borobudur

Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak. Hal ini sesuai dengan arti namanya yaitu "biara di perbukitan". Saat ini Borobudur ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.


Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.

Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.

Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

2. Gereja Ayam

Gereja Ayam terletak di kawasan Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, dan berjarak sekitar 2km dari Candi Borobudur. Seperti namanya, bangunan gereja ini berbentuk ayam. Bangunan ini dibuat sedemikian rupa hingga sangat menyerupai ayam. Bagian atas bangunan terdapat mahkota seperti yang dimiliki ayam jago, ada juga paruh ayam di bawah setelah mahkota, disamping kiri kanan bangunan juga terdapat ukiran berbentuk sayap, dan di belakang bangunan terdapat ekor seperti yang dimiliki ayam pada umumnya.

Mengapa dinamakan gereja ayam yang sekarang dijadikan tempat wisata?

Bangunan yang dibangun sekitar tahun 1981 ini dulunya dibangun dengan tujuan dijadikan gereja oleh pemiliknya. Namun, setelah lima tahun ditempati dan digunakan sebagai gereja, tempat ini ditinggalkan pemiliknya atau tidak beroperasi lagi sebagai gereja.

Setelah lama ditinggalkan bangunan ini menjadi kosong dan tidak terawat. Seiring berjalannya waktu, warga sekitar awalnya sering mengunjungi tempat tersebut untuk sekedar menikmati suasana disekitar gereja. Tidak di pungkiri pemandangan di sekitar gereja memang masih asri, karena sekitar gereja ditanami pohon, dan dari kejauhan terlihat bukit-bukit dan bahkan gunung merapi juga terlihat dari sekitaran gereja tersebut.

Akhirnya dengan banyaknya pengunjung yang sering mendatangi gereja tersebut, pemilik gereja menjadikan gedung tersebut menjadi tempat wisata. Selain bangunannya yang unik, pepohonan dan bukit yang terlihat indah di sekitar bangunan, warga atau wisatawan yang datang juga dapat menikmati indah kota Magelang dari atas gedung tersebut, atau tepatnya di paruh gereja ayam itu. Ketika cuaca cerah dan sedang tidak berkabut, bisa terlihatjelas candi borobudur dari atas gedung.

Jalanan menuju ke gereja ayam memang masih dirasa agak sulit jika di lalui dengan kendaraan motor atau mobil, karena setelah melewati rumah-rumah warga, wisatawan akan menemukan jalan setapak yang sedikit terjal. Setelah sekitar 200 meter melewati jalan setapak yang dikelilingi pepohonan, wisatawan akan dapat melihat gedung gereja ayam dari jarak sekitar 50 meter.

Bangunan yang sekarang sedang di renovasi oleh pemiliknya tetap dibuka untuk wisatawan, dan biaya untuk masuk kedalam gedung adalah Rp 2500,00. Karena pengunjung dirasa sulit untuk menuju gereja ayam dengan kendaraan pribadi, wisatawan bisa memarkir di tempat warga yang sudah disediakan.

Gereja ayam memiliki dua lantai utama, lantai pertama dulunya berfungsi sebagai gedung pertemuan, lantai yang kedua terletak di bawah tanah, di lantai bawah tanah ini terdapat ruangan-ruangan seperti kamar yang dulunya digunakan untuk tempat tinggal pemilik.

Biasanya gereja ayam ini banyak dikunjungi wisatawan ketika akhir pekan, apalagi Pada saat matahari terbit ataupun tenggelam. Memang akses menuju gereja ayam masih dirasa agak sulit, karena belum adanya papan arah menuju gereja ayam. Namun jangan khawatir, kamu bisa menanyakan letak gereja ayam ini pada warga sekitar. Jika kamu tertarik untuk menikmati wisata yang berbeda, kamu bisa langsung mengunjungi gereja ayam .

3. Pinusan Kragilan

Magelang seolah tak berhenti menebar pesona, kali ini ada tempat wisata yang sedang menjadi tren baru di Magelang, wisata hutan pinus. Saya pertama kali ngeh ada tempat wisata ini dari foto-foto Instagram Simon Onggo, setelah bertanya akhirnya saya segera meluncur ke hutan pinus yang rupanya dinamai Wisata Top Selfie Pinusan Kragilan.

Lokasinya berada di Kaponan, Pakis, yang merupakan kecmatan paling ujung di Magelang dan berada di lereng Merbabu. Tentunya hawa dingin langsung menyergap begitu saya sampai di lokasi Top Selfie Pinusan Kragilan. Wisata ini masih baru, sebulanan ini baru jadi tren karena banyak yang posting di facebook dan instagram, hutan pinus yang menjadi perbincangan lokal di Magelang.

Pengunjung terus mengalir ketika saya datang, pasti mereka sama penasarannya dengan saya, penasaran dengan hutan pinus ini. Tiket masuk hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil, tidak ada pungutan lain selain tiket itu tadi.

Hutan pinus ini terletak di lereng bukit, tidak tampak dari pinggir jalan raya. Pengunjung harus mengikuti jalanan beton sempit menuju hutan pinus. Lantas setelah merayapi bukit, kita akan tiba di lereng yang terlindungi bukit dan di sinilah lokasi Top Selfie Pinusan Kragilan berada. Sejauh mata memandang memang hanya ada pinus, hutan ini tersembunyi sampai lokasi wisata ini kemudian dipopulerkan.

Dinamai Top Selfie karena memang banyak yang berfoto selfie di tempat ini. Turunan curam menuju tempat parkir memang menjadi spot selfie paling populer, mulai selfie dengan tongsis dan hape sekadarnya sampai selfie serius dengan kamera DSLR, orang-orang datang dan ber-selfie dengan rupa-rupa gaya mereka.

Hutan Pinus ini memang indah, teduh saat siang, tenang semilir angin, cocok untuk yang ingin bersantai dari penat. Bagi penghobi foto, bisa mengeskplorasi hutan pinus ini yang belum semua terjelajahi, dijamin akan menemukan titik foto bagus di tempat ini.

Ada beberapa bagian hutan pinus yang dibangun seperti tempat parkir motor dan mobil, beberapa warung dan juga dek yang dipasang di pohon pinus. Untuk mengeksplorasi tempat ini sudah ada jalan setapak menuju bagian dalam hutan pinus. Sekilas hutan ini tampak kecil, tapi setelah dijelajahi rupanya luas juga dan melelahkan.

Jika ingin bertualang bisa menuruni lereng hutan pinus dan menuju Sungai Selo Tumpang. Ketika saya turun ke sungai rupanya debit airnya sedang kering karena musim kemarau. Pemandangan ketika menuruni lereng sangat magis, pinusnya merunduk teduh, menyapa hangat pengunjung yang datang.

4. Taman Kyai Langgeng

Tempat wisata taman kyai langgeng adalah tempat wisata yang terletak di jalan cempaka no.6 kota magelang provinsi jawa tengah.Kenapa dinamakan kyai langgeng?Ternyata usut punya usut kyai langgeng adalah nama yang diambil dari seorang pejuang di bawah pimpinan pangeran diponegoro dan almarhum di makamkan di kawasan taman wisata ini.Dan bahkan makam tersebut masih ada terawat sampai sekarang.

Taman kyai langgeng ini mempunyai luas kurang lebih 27,5 hektare dan diresmikan oleh gubernur KDH Tk.I jawa tengah yang pada saat itu dijabat oleh bapak H.Muhammad ismail.Tempat wisata taman kyai langgeng ini letaknya sangatlah strategis karena selain berada di dekat pusat kota magelang,tempat wisata ini juga hanya sekitar 15menit dari candi borobudur dan kurang lebih 1 jam dari kota Yogyakarta.

Pada jaman dahulu tempat wisata ini terkenal dengan istilah taman bunga karena terdapat banyak sekali bunga yang indah ditaman ini namun seiring perkembangannya di tambahlah koleksi koleksinya seperti fauna dan juga wahana wahana permainan yang menunjang taman ini dijadikan tempat wisata.Wahana wahana tersebut antara lain kolam renang untuk anak dan dewasa,rumah joglo,rumah apung,arena bermain,sungai arung jeram,jet coaster,kereta mini,komidi putar,flying fox,bianglala,becak mini dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain berwisata di tempat ini penelusur juga dapat melakukan penelitian karena terdapat tanaman langka di tempat ini antara lain Dewa daru(Eugenia Sp),Nagasari(Mesua Ferrea),Matoa(Pometia Pinata Ireigfost) dan masih banyak lagi yang lainnya.Temapt wisata taman kyai langgeng buka setiap hari mulai jam 7.00 pagi sampai jam 5.00 sore.Harga tiket masuk taman kyai langgeng yaitu Senin-Jumat : Rp 15.000/orang sedangkan sabtu,minggu,&libur nasional : Rp 20.000/orang.Harga tiket tersebut belum termasuk fasilitas menikmati wahana yang ada jadi para penelusur harus membeli tiket lagi jika akan menggunakan wahana yang akan digunakan dan tiap wahana harganya berbeda beda antara satu dengan yang lainnya.Oh ya tapi penelusur nggak usah khawatir karena per tanggal 1juli 2014 di berlakukan tiket terusan.Tiket tersebut dapat digunakan untuk menikmati wahana becak air,becak mini,bianglala,mobil keliling,kereta air,kereta mini,kumidi layang,kumidi putar,dan sepur mini.Tempat wisata taman kyai langgeng ini sangat cocok sekali dijadikan tempat wisata favorit keluarga.

5. Bukit Tidar

Gunung Tidar merupakan salah satu tempat wisata yang ada kota Magelang. Gunung ini unik karna lokasinya berada di tengah-tengah kota. Walaupun tidak terlalu tinggi, namun gunung ini cukup asik untuk didaki. Atau lebih tepatnya, pemanasan sebelum mendaki.

Gunung Tidar ini sering dijadikan tujuan wisata religi umat muslim yang tinggal di beberapa daerah di Jawa Tengah. Karna, di sekitar gunung ini terdapat beberapa makam beberapa kyai yang cukup berpengaruh di jamannya. Seringnya, orang-orang yang datang berziarah ke Gunung Tidar dalam sebuah rombongan yang jumlahnya cukup banyak.


Gunung Tidar memiliki tinggi sekitar 503 meter mdpl. Walau tidak tinggi, namun suasana di gunung ini terasa sangat alami banget. Area gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon pinus serta pohon salak. Ada juga beberapa pohon beringin besar yang usianya pastilah sudah sangat tua. To be honest, gunung ini agak sedikit mistis. Pohon-pohon besar yang banyak terdapat di gunung serta keberadaan beberapa makam mungkin adalah penyebabnya. Sudah begitu, gunung ini memang punya sejarah yang cukup cukup ngeri.

Nama “Tidar” sendiri merupakan singkatan dari Mati dan Modar. “Modar” merupakan bahasa jawa kasar yang artinya meninggal. Pada jaman dulu, konon barang siapa yang datang ke gunung ini pasti akan tinggal nama. Keangkeran gunung ini pada jaman dulu dikarenakan ada jin yang konon menunggu gunung ini. Ia selalu memerintahkan anak buahnya untuk memangsa siapa saja yang datang ke gunung ini.

Namun, ada seorang tokoh bernama Syaikh Subakir yang berhasil mengalahkan jin tersebut dan membuat gunung tidar tidak lagi mematikan. Sejak saat itu gunung ini mulai banyak dikunjungi oleh orang-orang. Makam Syaikh Subakir sendiri terdapat di kompleks Gunung Tidar.

Di Gunung Tidar ini memang terdapat beberapa makam. Makam-makam di gunung ini ditandai dengan sebuah bangunan yang sangat mencolok. Beberapa hanya dipagari oleh pagar besi. Bahkan, ada sebuah makam di puncak gunung tidar yang bangunannya terlihat megah berbentuk kerucut. Mirip dengan monumen Monjali di Jogja.

Di puncak Gunung Tidar terdapat sebuah area lapang yang sering dijadikan tempat latihan oleh Akademi Militer. Jadi, jangan kaget jika kamu datang ke gunung ini lalu ada beberapa anggora militer yang melakukan latihan di tempat tersebut. Di sekeliling area lapang ini telah dibangun kursi-kursi untuk duduk-duduk santai dibawah rerimbunan pohon yang terasa sangat menyejukkan. Maju sedikit dari tanah lapang ini kamu akan menemukan sebuah monumen mirip Tugu Pahlawan di Surabaya

Bangunan monumen tersebut dipercaya sebagai pakunya tanah Jawa. Konon, jika tidak dipaku, seluruh pulau jawa akan hanyut terbaya air laut. Dan kebetulan, posisi dari monumen ini memang berada di tengah-tengah Pulau Jawa

Pintu masuk pendakian ke Gunung Tidar ini berada di belakang terminal angkutan kota Magelang. Tidak jauh dari Pasar Burung Sasana Kukila. Di sepanjang jalur menuju puncak Gunung Tidar telah dibangun jalanan setapak yang dilengkapi dengan anak tangga serta pagar pembatas untuk memudahkan para pengunjung. Sebelum masuk ke area gunung, kita diwajibkan untuk mampir ke pos juru kunci makam yang lokasinya berada persis di depan pintu masuk.

6. Ketep Pass

Obyek Wisata Ketep Pass kabupaten Magelang merupakan Obyek Wisata Alam Kegunungapian khususnya Gunung Merapi.Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketingggian 1200 m dpl.Luas area sekitar 8000 m persegi,berjarak 17 km dari Blabak Magelang kearah timur,30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolalai.Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km,dapat melalaui Kopeng dan Desa Kaponan dan 30 km dari Candi Borobudur.Lokasi Obyek mudah dijangkau baik dengan Bus Besar,Mini bus,Sedan atau sejenisnya maupun sepeda motor.

Atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah H.Mardiyanto,dipilih tanah berbukit ini untuk dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata baru di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) dengan ciri khas wisata kegunungapian.Obyek Wisata Ketep Pass diresmikan oleh Presiden RI Megawati Sukarno Putri pada 17 Oktober 2002.



Gardu Pandang
Berupa 2 buah gazebo masing-masing dengan ukuran empat persegi panjang dan bangunan segi delapan dengan panjang panjang sisi lima meter.Tempat untuk melihat keindahan alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.Serta hamparan lahan pertanian di kedua kaki Gunung tersebut.Sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh pedagang disekitar Obyek.

Ketep Vulkano Theatre
Sebuah gedung tempat pemutaran film dokumenter tentang aktivitas Gunung Merapi dengan kapasitas tempat duduk 78 kursi.Film ilmiah yang menceritakan tentang terjadinya,jalur-jalur pendakian,penelitian dipuncak Garuda serta letusan dahsyat Gunung Merapi,

Ketep Vulkano Centre
Sebuah gedung yang disebut museum dangan luas kurang lebih 550 m persegi.Sebuah museum vulcanologi yang didalamnya berdiri miniatur Gunung Merapi,Komputer interaktif yang berisi tentang dokomen kegunungapian,beberapa contoh batu-batuan bukti letusan dari tahun ke tahun.Poster puncak Garuda yang berukuran 3x3m,poster peringatan dini lahar Gunung Merapi

Parkir
Areal parkir yang luas dan cukup memedai untuk menampung Bus besar.

Pelataran Panca Arga
Panca Arga mempunyai arti Lima Gunung,pada lokasi ini merupakan puncak tertinggi di Obyek Wisata Ketep Pass.Dari puncak tertinggi ini pengunjung dapat melihat Lima Gunung yaitu Gunung Merapi,Gunung Merbabu,Gunung Sindoro,Gunung Sumbing dan Gunung Slamet.
Selain kelima Gunung tersebut pengunjung masih dapat melihat dan menikmati Gunung-Gunung kecil dan Bukit-bukit yang sangat indah antara lain,Gunung Tidar,Gunung Andong,Gunung Pring,Bukit Menoreh,Bukit Telo Moyo dll.

Restaurant
Disini pengunjung dapat menikmati menu yang disajikan diRestaurant Ketep Pass sesuai selera.Bangunan di atas ketep vulcano teatre yang berdinding kaca ini,sangat cocok untuk pengunjung sambil menyantap hidangan yang tersedia juga menikmati indahnya panorama di kaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Teropong
Sebanyak dua buah yang berada di puncak Panca Arga dan Gardu Pandang.Dengan alat ini pengunjung dapat melihat dengan jelas keindahan panorama Gunung Merapi,Gunung Merbabu dan gunung-gunung yang lain.

Mushola
Luas bangunan mushola kurang lebih 10 m persegi dengan bentuk bangunan yang artistik,lengkap dengan tempat wudlu dan toilet.

7. Curug Silawe

Curug Silawe yang terletak di Kabupaten Magelang ini kalah tenar dibandingkan dengan air terjun Kedung Kayang dan obyek wisata Ketep Pass yang letaknya berdekatan. Air terjun yang terletak di sebelah barat daya Kabupaten Magelang ini sedikit tersembunyi dan sulitnya akses jalan menuju lokasi. Karena banyak yang belum mengenalnya, kawasan wisata Curug Silawe masih terlihat indah dan alami.

Curug Silawe terletak di Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Berada di lereng Gunung Sumbing sebelah selatan dengan ketinggian lokasi sekitar 500 meter dari permukaan air laut.

Perjalanan menuju ke Curug Silawe melewati jalan utama menuju ke Taman Wisata Candi Borobudur dilanjutkan melewati jalan penghubung Salam-Purworejo. Pada sebuah persimpangan kami mengambil rute ke arah kecamatan Kajoran. Dari daerah Kajoran, kami menyusuri jalan kecil hingga berujung ke jalan berbatu. Perjalanan tidak berhenti sampai disitu karena kami harus memacu kendaraan melewati jalan berbatu yang menanjak hingga tiba pada gerbang masuk Curug Silawe.

Pemandangan alam selama menyusuri jalan kecil menuju ke Curug Silawe cukup indah. Terlihat hamparan persawahan luas hingga ujung berupa bukit-bukit yang dipenuhi oleh bermacam-macam jenis pohon. Diantara pepohonan yang terlihat dari kejauhan beberapa diantaranya memiliki warna daun yang berbeda dengan pohon-pohon yang lain. Pada salah satu ujung persawahan terdapat area pemukiman yang lokasinya berdekatan dengan Curug Silawe.

Curug Silawe memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan didekatnya terdapat curug lain bernama Curug Sigong dengan ketinggian 40 meter. Asal-Usul nama Curug Silawe berasal dari keberadaan sarang laba-laba yang ditemukan saat pembukaan area air terjun pegunungan menjadi kawasan wisata.

8. Rafting Kali Progo

Wisata alam selanjutnya di magelang yaitu Rafting di Sungai Ello. wisata ini kusus bagi anda yang suka denga alam dan tantangan. Sungai ello ini mempunyai kesulitan arum jeram Grade II dan III. Dengan tingkat kesulitan yang lumayan, anda akan di uji adrenalin selama perjalan 9 KM menyusuri sungai ello.



9. Puthuk Setumbu

Bukit Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari tempat ini wisatawan juga bisa melihat megahnya Candi Borobudur di pagi hari yang terkurung lautan kabut.

Eksotisme pemandangan mentari yang terbit di pagi hari selalu menjadi magnet yang memukau bagi para wisatawan. Karena itu tak heran jika tempat-tempat wisata yang menyajikan pemandangan sunrise selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebut saja Gunung Bromo di Jawa Timur, Bukit Sikunir di Dieng Jawa Tengah, dan Bukit Punthuk Setumbu di Magelang.

Dari ketiga tempat tersebut, Bukit Punthuk Setumbu memiliki pemandangan pagi yang berbeda. Selain bisa menyaksikan mentari yang menyembul perlahan dari Gunung Merapi atau Merbabu, wisatawan juga bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri. Tak heran jika akhirnya Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit menyaksikan sunrise bagi wisatawan asing dan juga spot favorit para fotografer.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Namun setelah seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise borobudur nan epik dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan sunrise.

Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa jalan makadam dan tanah. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari tempat parkir terdapat gazebo di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari kejauhan.

Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit. Meskipun perjalanan treking di pagi hari sedikit melelahkan, namun hal tersebut akan terbayar lunas saat menyaksikan sapuan kabut borobudur yang perlahan terangkat naik dan mentari yang muncul dari balik gunung dengan malu-malu.

10. Gunung Andong

Gunung Andong adalah gunung dengan ketinggian 1.726 Mdpl. Meskipun tak termasuk tinggi, namun banyak memikat hati para pendaki. Terutama bagi para pendaki gunung pemula. Saat-saat hari libur maupun weekend selalu ramai. Gunung ini cukup bisa dibilang ideal sebagai latihan mendaki gunung. Untuk kelak dapat menaklukkan gunung-gunung yang lebih tinggi (3000 Mdpl ke atas) seperti gunung Slamet, Semeru, Rinjani hingga Kerinci.

Para pendaki pemula umumnya masih minim pengalaman. Tubuh juga belum terbiasa menghadapi lingkungan ketinggian gunung-gunung yang relatif tinggi. Demikian pula jarak tempuh yang lebih panjang dan lebih lama. Gunung-gunung yang tak terlalu tinggi seperti Gunung Prau, Gunung Ungaran dan Gunung Andong ini menjadi pilihan ideal untuk memulai.

Gunung Andong terletak di wilayah Magelang, wilayah Kabupaten di Jawa Tengah yang memang kaya pegunungan. Yaitu gunung Merbabu, Sumbing, Telomoyo, Merapi dan Sindoro. Dibalik gunung-gunung tinggi tersebut muncul sebuah gunung kecil yang mencuri hati para pecinta alam, itulah gunung Andong.

Gunung Andong sendiri terletak di Desa Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, lokasi Gunung Andong tepat berada di belakang Gunung Merbabu dan disamping Gunung Telomoyo, walaupun tidak terlalu tinggi tapi Gunung Andong menawarkan pemandangan yang cukup indah.

Dari puncaknya kita bisa melihat banyak gunung tinggi lainnya mulai dari Merbabu, Merapi, Telomoyo, Ungaran, Sumbing, Sindoro dan Prau, bahkan jika beruntung kita juga bisa mendapatkan lautan awan juga dimana hal tersebut hanya bisa ditemukan di gunung-gunung tinggi saja.

Dinamakan Andong karena bentuk dari gunung ini mirip dengan punuk sapi/andong, jadi masyarakat setempat menyebutnya Gunung Andong. Terlepas dari namanya yang unik, Gunung Andong kini menjadi primadona bagi pendaki disekitar Magelang seperti dari Solo dan Yogyakarta.

Untuk sampai di puncak kita tidak perlu menghabiskan berjam-jam, hanya sekitar 1-2 jam saja kita sudah bisa sampai di puncak. Ada 2 jalur pendakian yang bisa ditempuh, yaitu jalur desa Pandean dan  desa Sawit. Dari kedua jalur tersebut, jalur pendakian  desa Sawit lebih populer.

Jika kita mendaki melalui Desa Sawit maka kita bisa langsung sampai di Puncak Andong, yaitu puncak tertinggi, sedangkan bila kita mendaki melalui jalur Desa Pandean maka kita akan sampai di Puncak Alap-Alap terlebih dahulu sebelum sampai di puncak Andong.

11. Rumah Kamera

Rumah Kamera ini berdiri di dekat kawasan Candi Borobudur dan kabarnya, rumah ini dimiliki oleh pelukis, yakni Tanggol Angien Jatikusumo, beliau sengaja membangun rumah tersebut sebagai galeri seni sekaligus tempat mengajar melukis.

Bila Anda sudah melihat Candi Borobudur yang megah dan tampak mewah, maka lanjutkanlah perjalanan sekitar sepuluh menit saja ke arah utara untuk sampai ke Camera House, mungkin awalnya Anda akan merasa terkejut karena melihat ada sebuah rumah yang bentuknya sangat unik, tampak seperti kamera berukuran super besar yang jatuh ke atas lahan dan uniknya lagi kamera tersebut bisa dimasuki.

Camera House ini berada di Jalan Majaksingi, Kecamatan Borobudur dari Magelang, Jawa Tengah, bentuk Camera House ini seperti camera DSLR yang kerapkali digunakan oleh para fotographer menangkap foto yang unik. Anda tidak akan menghabiskan banyak uang di tempat wisata ini, karena tarif tiket masuk ke rumah kamera hanya Rp. 15000/orangnya.

Jika melihat kebesaran dan keindahan dari rumah kamera mungkin Anda akan menebak jika pembuatnya adalah seorang fotographer atau seseorang yang hobi mengambil foto melalui kamera DSLR, namun uniknya yang membuat rumah kamera ini adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Pak Tanggol yang mana berasal dari Semarang dan tinggal lama di Bali, Pak Tanggol merupakan seorang pelukis yang sudah menghabiskan usianya di bidang seni lukis, beliau juga sudah mendapatkan banyak penghargaan.

12. Candi Mendut

Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya sekitar 3 km dari Candi Borobudur, yang mana Candi Budha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Borobudur. Ketiga candi tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan.

Belum didapatkan kepastian mengenai kapan Candi Mendut dibangun, namun J.G. de Casparis menduga bahwa Candi Mendut dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Karangtengah (824 M), yang menyebutkan bahwa Raja Indra telah membuat bangunan suci bernama Wenuwana. Casparis mengartikan Wenuwana (hutan bambu) sebagai Candi Mendut. Diperkirakan usia candi Mendut lebih tua daripada usia Candi Borobudur.

Candi ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Seluruh bangunan candi Mendut diketemukan, kecuali bagian atapnya. Pada tahun 1897-1904, pemerintah Hindia Belanda melakukan uapaya pemugaran yang pertama dengan hasil yang cukup memuaskan walaupun masih jauh dari sempurna. Kaki dan tubuh candi telah berhasil direkonstruksi. Pada tahun 1908, Van Erp memimpin rekonstruksi dan pemugaran kembali Candi Mendut, yaitu dengan menyempurnakan bentuk atap, memasang kembali stupa-stupa dan memperbaiki sebagian puncak atap. Pemugaran sempat terhenti karena ketidaktersediaan dana, namun dilanjutkan kembali pada tahun 1925.

Candi Mendut memiliki denah dasar berbentuk segi empat. Tinggi bangunan seluruhnya 26,40 m. Tubuh candi Budha ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Di permukaan batur terdapat selasar yang cukup lebar dan dilengkapi dengan langkan. Dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah.

Bagi anda yang penasaran untuk melihat candi ini, silahkan berkunjung ke Kota Magelang.

13. Gunung Merbabu


Gunung Merbabu adalah gunung tidur dengan keindahan yang luar biasa di puncaknya. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Merbabu merupakan gunung favorit untuk pendaki pemula, karena jalur pendakian gunung ini cukup bersahabat terhadap pendaki pemula, dan pemandangannya sangat menakjubkan. Dari puncak merbabu kita bisa melihat Kota Boyolali, Kota Salatiga, Kota Magelang, Gunung Lawu, Gunung Merapi, Gunung Andong, Gunung Telomoyo, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Prau, dan perbukitan lain. Kita akan di suguhkan pemandangan 2 sabana yang sangat indah, serta kabut yang membentuk awan yang akan membawa kita seakan berdiri di atas awan.


14. Air Terjun Kedung Kayangan

Wisata air terjun ini menjadi wisata favorit di Kota Magelang, karena keindahan yang di tawarkan air terjun ini begitu menawan dan natural. Air terjun dengan ketinggian 39 meter ini merupakan Aliran Sungai Pabelan yang berasal dari Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Wisata ini dekat dengan perbatasan Kota Magelang dengan Kota Boyolali.

Karena lokasi yang strategis, wisata ini selalu ramai oleh pengunjung, baik itu pengunjung dari daerah sekitar atau dari luar daerah, bahkan tak jarang anda akan menjumpai wisatawan mancanegara. Banyak turis yang sengaja datang ke Indonesia untuk menikmati alam Indonesia yang indah, cantik, sejuk, damai, dan sangat mengagumkan. Bahkan kunjungan turis luar negeri ke Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini di dorong dari beberapa faktor salah satunya yaitu telah ditemukannya tempat wisata baru yang telah di pamerkan ke penjuru dunia melalui bantuan media sosial. Karena bantuan internet, maka dengan cepat tempat-tempat wisata kita ter-ekpose dan menarik banyak wisatawan.

Sensasi yang akan anda rasakan yaitu ketika berdiri di depan air terjun tersebut dengan melihat ke arah air terjun, anda akan merasakan kesejukan  pecahan air terjun seperti embun yang menyentuh tubuh anda. Coba anda berdiri lebih dekat dan pejamkan mata anda, rasakan kesejukan pecahan air tersebut yang perlahan membasahi tubuh anda.

Buat anda yang berkunjung ke Kota Magelang jangan lupa untuk mampir ke Air Terjun Kedung Kayangan, dan jangan buang sampah sembarangan yah, tetap jaga kebersihan dan gak boleh merusak alam sekitar.

15. Candi Pawon

Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Candi yang mempunyai nama lain Candi Brajanalan ini lokasinya sekitar 2 km ke arah timur laut dari Candi Barabudhur dan 1 km ke arah tenggara dari Candi Mendut. Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Barabudhur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan yang erat. Selain letaknya, kemiripan motif pahatan di ketiga candi tersebut juga mendasari adanya keterkaitan di antara ketiganya. Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon merupakan upa angga (bagian dari) Candi Barabudhur.

Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra ( 782 - 812 M ), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Nama "Pawon" sendiri, menurut sebagian orang, berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan awu (abu). Dalam ruangan di tubuh Candi Pawon, diperkirakan semula terdapat Arca Bodhhisatwa, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai tataran Bodhisattva, maka dalam candi ditempatkan arca Bodhisatwva. Dalam Prasasti Karang Tengah disebutkan bahwa arca tersebut mengeluarkan wajra (sinar). Pernyataan tersebut menimbulkan dugaan bahwa arca Bodhisattwa tersebut dibuat dari perunggu.

Batur candi setinggi sekitar 1,5 m berdenah dasar persegi empat, namun tepinya dibuat berliku-liku membentuk 20 sudut. Dinding batur dihiasi pahatan dengan berbagai motif, seperti bunga dan sulur-suluran. Berbeda dengan candi Buddha pada umumnya, bentuk tubuh Candi Pawon ramping seperti candi Hindu.

Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi barat. Di atas ambang pintu terdapat hiasan Kalamakara tanpa rahang bawah.Tangga menuju selasar dilengkapi dengan pipi tangga dengan pahatan pada dinding luarnya. Hiasan kepala naga di pangkal pipi tangga sudah rusak. Ruangan dalam tubuh candi saat ini berada dalam keadaan kosong, namun pada lantai terlihat bekas yang menunjukkan bahwa tadinya terdapat arca di tempat tersebut.

Pada dinding bagian depan candi, di sebelah utara dan selatan pintu masuk, terdapat relung yang berisi pahatan yang menggambarkan Kuwera (Dewa Kekayaan) dalam posisi berdiri. Pahatan yang terdapat di selatan pintu sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi wujud aslinya. Pahatan yang di utara pintu relatif masih utuh, hanya bagian kepala saja yang sudah hancur.

Pada dinding utara dan selatan candi terdapat relief yang sama, yaitu yang menggambarkan Kinara dan Kinari, sepasang burung berkepala manusia, berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan. Di sekeliling pohon terletak beberapa pundi-pundi uang. Di langit tampak sepasang manusia yang sedang terbang. Di bagian atas dinding terdapat sepasang jendela kecil yang berfungsi sebagai ventilasi. Di antara kedua lubang ventilasi tersebut terdapat pahatan kumuda.

Atap candi berbentuk persegi bersusun dengan hiasan beberapa dagoba (kubah) kecil di masing-masing sisinya. Puncak atap dihiasi dengan sebuah dagoba yang lebih besar.

Berikut 15 Tempat Wisata Populer di Kabupaten Magelang. Masih banyak lagi tempat wisata yang tak kalah menarik dan menakjubkan. Silahkan datang ke Magelang dan buktikan keindahan alam Kabupaten/Kota Magelang dan jangan lupa, siapkan kamera dengan kualitas bagus (resolusi tinggi), karena sayang sekali jika momen spesial anda tidak di abadikan.